Senin, 22 Desember 2014

Nikmat Allah Ada Musuhnya

Rasa Iri dan Dengki 


Ingatlah bahwa nikmat-nikmat Allah itu ada musuhnya

 
Seorang bertanya: “Siapa mereka itu?”
Nabi menjawab:
  • Yaitu orang yang dengki kepada orang lain terhadap karunia yang diberikan Allah kepada mereka itu” …. (HR. At Tabrani).

Pernahkah kita merasakan jiwa dan hati kita tidak tentram, Karena rasa iri dan dengki. Sifat-sifat hati ini merupakan salah satu sebab pangkal kejahatan, karena dari sifat ini kita bisa menyebabkan berbuat buruk kepada orang lain.
Ingatlah bahwa Iri dan dengki akan merusak kehidupan kita. Sifat inilah yang menyebabkan iblis, yang sebelum Adam, merupakan penghuni syurga, dilaknat Allah dan keluar dari Surga selamanya.
Iri hati atau dengki adalah suatu sifat yang tidak senang akan rizki dan rejeki dan nikmat yang didapat oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya.
Dengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia dan berusaha untuk menghilangkan nikmat tersebut. Sifat ini sangat berbahaya karena tidak ada orang yang suka dengan orang yang memiliki sifat seperti ini.
.
Sifat iri hati dan dengki kepada orang lain merupakan sifat yang merugikan orang lain dan diri kita sendiri bahkan seringkali menciptakan hubungan yang tidak baik secara turun temurun.
Jika kita menyadari dan percaya kepada Tuhan, maka berusahalah agar menghilangkan sifat iri hati apalagi dengki, karena rezeki dan apapun yang ada pada orang lain tidak perlu kita risaukan, selama kita di dunia sudah dijamin rezekinya apalagi jika kita termasuk orang-orang yang bersyukur.
Dalam kehidupan ini sudah merupakan kehendak dan perencanaan Allah ada mereka yang mendapat karunia lebih dari yang lain. Dan di balik itu semua ada hikmah yang memang telah Allah tentukan.
Karena itu, sikap dan perilaku iri, dengki dan hasud hanyalah akan merusak potensi dan kekuatan kita. Di sisi Allah kita mendapat kebencian.
.
Disisa umur yg dianugerahkan-Nya kepada kita :
  • Jangan kita pernah lelah mperbaiki diri,
  • Menjauhi sikap iri dan dengki dengan berbuat tidak Banyak Bicara ( berbicaralah yang penting secukupnya);
  • Menjaga Emosi Dan Nafsu (melakukan ibadah puasa, baik puasa sunah maupun puasa wajib);
  • Selalu Mengingat Allah (rajin sholat baik sholat wajib lima waktu, shalat tahajud, sholat dhuha, sholat malam)
  • Selain itu zikir, doa dan mengaji atau membaca al-qur’an dan
  • Bergaul Dengan Orang baik. insya Allah kita bisa.




.
Barakallah Fikum

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution