Kamis, 29 Januari 2015

Dari Manakah Setan Masuk

Jalan Masuk Setan 

Dari jalan manakah setan merasuk ke hati manusia untuk mendorongnya berbuat jahat dan maksiat?
 
Menurut Muhammad Ash-Shoyim dalam bukunya, Rumah Idaman Yang Tidak Dimasuki Setan (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 1993) terdapat 17 (tujuh belas) pintu masuk bagi setan ke dalam hati manusia.

Tiga Golongan Manusia

ORANG-ORANG MUNAFIK 

Pada bagian awal Al-Qur’an, Allah SWT mengelompokkan umat manusia kedalam tiga golongan, yakni: Mukmin, Kafir, dan Munafik. Allah SWT menjelaskan ciri-ciri orang beriman (mukmin) secara sangat ringkas. Lalu, ciri-ciri orang kafir cukup dijelaskan dengan satu ayat. Kemudian dilanjutkan dengan menguraikan ciri-ciri orang munafik secara panjang-lebar. 

Jin Iblis dan Setan Mengganggu

Sebab - Sebab Jin Dan Iblis Mengganggu Manusia 

Sebab-sebab yang melaluinya jin dan syaithan mengganggu kaum muslimin sangatlah banyak, dan cukup bagi kita menyebutkan sebagiannya saja, diantaranya:
Sebab Pertama : Jin bisa melihat kita dan secara umum kita tidak bisa melihat mereka.

Mencintai Allah SWT

Bagaimana Cara Mencintai Allah?

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah pernah menggambarkan sebuah pengibaratan tentang bentuk cinta kepada Allah. Beliau berkata bahwa cinta kepada Allah itu ibarat pohon dalam hati, akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Dzat yang dicintainya, batangnya adalah mengenal nama dan sifat Allah, rantingnya adalah rasa takut kepada (siksa)Nya, daunnya adalah rasa malu terhadap-Nya, buah yang dihasilkan adalah taat kepadaNya Dan penyiramnya adalah dzikir kepadaNya. Kapanpun jika amalan-amalan tersebut berkurang maka berkurang pulalah mahabbahnya kepada Allah”. (Raudlatul Muhibin, 409, Darush Shofa).

Cinta Allah Dan Rasul

Taat Dan Cinta Kepada Allah Dan Rasul-Nya 

Seorang hamba yang mengetahui bahwa kesempurnaan yang hakiki tiada lain kecuali milik Allah dan setiap yang tampak sempurna dari dirinya atau orang lain adalah dari dan karena Allah, maka hal itu akan menuntut keinginan menaati-Nya dan mencintai segala yang mendekatkan diri kepada-Nya. 

Rabu, 28 Januari 2015

Raja Yang Bijaksana

SIAPA YANG TAHU MAKSUD ALLAH SWT.

Rasulullah pada suatu waktu pernah berkisah. Pada zaman sebelum kalian, pernah ada seorang raja yang amat dzalim. Hampir setiap orang pernah merasakan kezalimannya itu. Pada suatu ketika, raja zalim ini tertimpa penyakit yang sangat berat. Maka seluruh tabib yang ada pada kerajaan itu dikumpulkan. Dibawah ancaman pedang, mereka disuruh untuk menyembuhkannya. Namun sayangnya tidak ada satu tabib pun yang mampu menyembuhkannya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution