Kamis, 21 November 2013

Janji Allah SWT.

Dalam Kesulitan Pasti Ada Kemudahan 

Keadilan Tuhan  sudah pasti tidak kita ragukan meskipun masih ada sebagian orang yang terkadang khilaf dan mempertanyakan tentang keadilan Tuhan tersebut, terutama mereka yang tidak mampu  menghadapi ujian dari Tuhan.  Bagi  mereka yang beriman tentu tidak akan pernah terlintas sedikitpun keraguan atas keadilan Tuhan, walaupun  misalnya ia terus ditimpa musibah dan menemukan kegagalan dalam setiap usaha yang dilakukannya.

Dalam kondisi seperti itu ia tetap yakin bahwa Tuhan sedang mengujinya dan ia akan sanggup untuk menerima ujian tersebut, karena keyakinan yang kuat bahwa dengan ujian tersebut sesungguhnya Tuhan sangat menyayanginya, dan pada saatnya Tuhan akan memberikan karunia-Nya yang besar dan luas kepadanya.

Namun bagi mereka yang imannya sangat lemah atau bahkan sama sekali tidak beriman, maka akan sangat mudah ia menggugat Tuhan dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak adil, karena selalu menimpakan  musibah dan kegagalan kepada dirinya, sementara yang lain diberi-Nya kemudahan dan kesuksesan.  Itulah perbedaan yang sangat nyata  bagi mereka yang beriman dan mereka yang kurang atau tidak beriman.  Sikap yang ditunjukkan oleh keduanya tentu sangat berbeda dan pasti akan mempengaruhi kehidupan masing masing.

Kemaha Adilan Tuhan tentu sangat luas dan tidak dapat dipandang hanya secara lahir semata.  Banyak orang terkadang tidak berpikir panjang bahwa  kalau Tuhan sedang menyayangi seseorang yang beriman itu ada kalanya diberikan ujian tertentu; apakah orang tersebut tabah dalam menjalankan ujian tersebut ataukah gagal ditengah jalan.  Banyak di dunia ini orang yang mengaku beriman, percaya kepada Tuhan dan kepada seluruh yang diinformasikan oleh Tuhan, namun ketika Tuhan mengujinya dengan sedikit ujian, ia  gagal dan tidak dapat membuktikan keimanannya tersebut.

Allah SWT sendiri sesungguhnya telah  memberitahukan kepada kita bahwa Tuhan pasti akan menguji kepada siapapun yang mengaku beriman, meskipun ujian yang diberikan oleh Tuhan tersebut berbeda beda. Penegasan bahwa Tuhan akan menguji setiap orang yang beriman tersebut termaktub dalam firman-Nya surat al-Ankabut ayat 2-3, yang maksudnya: 

" Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan kami telah beriman sedang mereka tidak diuji.   Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang  yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sungguh Dia juga mengetahui orang-orang yang  dusta". 

 Jadi Tuhan sendiri telah memberitahukan kepada kita bahwa telah banyak orang yang ternyata imannya tersebut hanya dusta belaka, karena mereka tidak tahan uji, tentu disamping banyak pula yang benar benar imannya.

Kenyataan tersebut kiranya dapat menjadi pijakan kita bahwa untuk persoalan iman tersebut memang tidak semuadah mengucapkan aku beriman saja, melainkan akan mengalami ujian yang  berbeda diantara manusia. Namun kalau kita  sudah mengetahui bahwa kita pasti akan diuji oleh Tuhan tentu kita harus siap untuk menghadapinya, apapn bentuk ujian tersebut. Bisa saja ujina  yang diberikan oleh Tuhan menjadi sangat berat bagi kita, namun  bisa juga hanya sedang sedang saja.  Tetapi kalau kita ikhlas menjalankan ujian tersebut, dapat dipastikan semua akan menjadi ringan, meskipun secara lahir sangat berat.

Bentuk bentuk ujian yang diberikan oleh Tuhan itu beraneka ragam, baik yang berkenaan dengan diri kita, misalnya diberikan sakit, musibah kecelakaan, ataupun kehilangan sebagian anggota tubuh, dan lainnya, ataupun bisa berkenaan dengan harta benda kita, semisal  dicuri atau dirampas orang, ditipu orang, kebakaran, tanaman dimakan hama,  usaha yang mengalami kebangruan, dan lainnya, atau bisa juga menganai  diri orang lain yang kita kasihi, semacam musibah yang menimpa keluarga, atau bahkan  ada keluarga yang meninggal dunia atau mendapatkan cacat, dan lainnya.  Tetapi kalau kita dapat menyikapinya dengan kesabaran dan ketenangan serta kepasrahan yang tulus kepada Tuhan, pasti kita nantinya akan mendapatkan kebahagiaan.

Allah SWT sendiri telah memberikan  pernyataan yang sangat jelas mengenai ujian ujian yang ditimpakan kepada umat manusia tersebut sebagaimana termaktub dalam  surat al-Baqarah 155-156 yang maksudnya: 

" Dan sungguh Kami akan memberikan cobaan kepada kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan,  dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar;  yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah ( cobaan ) mereka mengucapkan  Inna Lillahi wa inna ilaihi Raji’un".

Nah, kalau kita mampu menyiapi ujian tersebut sebagai bagian dari kecintaan  dan kasih sayang Tuhan kepada kita, maka akan terasa ringan menghadapi segala ujian tersebut.  Karena kita sangat yakin bahwa Tuhan tidak mungkin akan memberikan ujian di luar kemampuan kita.  Demikian juga kita sangat yakin bahwa setelah ujian tersebut Tuhan akan memberikan kebahagiaan yang sangat banyak kepada kita.  Artinya setelah ita mengalami kesulitan dan kesusahan, sudah dapat dipastikan Tuhan akan memberikan kemudahan dan kesenangan kepada kita.

Bukankah Tuhan sendiri telah menjelaskan kepada kita juga bahwa  sesungguhnya setelah kesulitan itu pasti akan datang kemudiahan atau dengan kaa lain  bahwa setiap kesulitan, pasti ada kemudahan.  Tinggal tergantung kta menyikapinya.  Bisa saja sesuatu yang sesungguhnya akan menjadi mudak tetapi kalau kita menyikapinya keliru, justru akan tampak semakin susah.  Karena itu semuanya  sesungguhnya tergantung kepada kita dalam menyikapi segala sesuatu, termasuk ujian dari Tuhan.

Kalau saat ini kita sedang menghadapi berbagai persoalan yang belum juga dapat kita atasi atau dengan bahasa lain sedang menghadapi kesulitan, maka kita harus yakin bahwa pada saatnya pasti kita akan mendapatkan jalan keluar dan mendapatkan kemudahan.  Soal waktu kapan kita akan mendapatkan kemudahan tersebut, tentu akan tergantung juga dengan sikap kita.  Kalau kita menyikapinya dengan tulus dan terus berusaha untuk mendapatkan jalan kemudahan tersebut, tentu kemudahan tersebut akan segera diberikan oleh Tuhan, tetapi sebalinya kalau kita mensikapinya dengan perasaan gundah dan  bahkan sama sekali tidak mau berusaha  untuk mendapatkan jalan keudahan tersebut, maka Allah pun tidak akan segera memberikan kemudahan tersebut.

Jadi janji Tuhan bahwa dalam setiap kesulitan  pasti ada kemudahan tersebut tidak secara otomatis akan didapatkan, melainkan harus diupayakan.  Kisah seputar turunnya ayat yang menyatakan setiap kesulitan pasti ada kemudahan tersebut ialah seputar peperangan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya melawan para kafir Quraisy.  Dan memang setelah Nabi dan para sahabatnya  tertimpa kesulitan dei kesulitan, akhirnya dengan kegigihan dan kesabaran yang mereka tunjukkan, Allah akhirnya mmebrikan kemudahan berupa kemenangan kepada Nabi dan para sahabatnya.

Nah, gambaran tesebut memberikan pengertian kepada kita bahwa kemudahan dan kemenangan yang raih oleh Nabi dan para sahabatnya tersebut tidak tiba tiba datang begitu saja, melainkan karena terus diusahakan sedemikian rupa  dan dengan keprcayaan yang tinggi akan pertolongan Tuhan serta kepasrahan yang total akan kemaha Kuasaan Tuhan.  Untuk itu sekali lagi  kepercayaan yang total  terhadap kekuasaan Tuhan perlu kita tancapkan dalam sanubari kita.  Demikian juga tentang kepercayaan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan harus terus kita gelorakan dalam diri kita, tetapi usaha maksimal harus juga terus kita lakukan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.  Dengan begitu insya Allah Tuhan  pasti akan menolong kita  atas usaha terebut, dan itulah wujud dari pernyataan bahwa setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan.

Kalau kemudian hal tersebut kita terapkan dalam kondisi kita saat ini yang sedikit mengalami hambatan dalam mewujudkan konversi  IAIN ke UIN, dengan tetap percaya kepada Tuhan dan terus berusaha tanpa kenal lelah  melalui berbagai pendekatan, kita sangat yakin bahwa perjuangan kita untuk mengegolkan konversi ke UIN tersebut akan terwujud.  Kita sangat yakin mengenai hal itu dan tidak sedikitpun ada keraguan di dalamnya. Untuk itu  kita sangat mengharapkan semua pihak, khususnya keluarga besar IAIN Walisongo Semarang  untuk tetap ottimis atas usaha kita tersebut.

Demikian juga kalau pada saat ini kita juga sedang menghadapi sedikit kesulitan mengenai berbagai program dalam DIPA kita yang ternyata tidak sesuai dengan harapan dan rencana semula, maka kita harus yakin bahwa  kedepan kta pasti akan endapatkan jalan keluar terbaik untuk memperbaiki DIPA kita yang sesuai dengan harapan dan rencana semula.  Bahkan  bisa sangat mungkin bahwa  dengan upaya revisi yang akan kita lakukan, hal tersebut bisa terlaksana dan tidak harus menunggu sampai DIPA tahun berikutnya.

Mudah mudahan Tuhan senantiasa mendengarkan dan mengabulkan permohonan kita.  Asalkan kita semua yakin dan terus berusaha secara maksimal, pasti Tuhan akan mengabulkan permohonan kita, karena Tuhan pasti tidak akan membiarkan hamba-Nya yang tulus memoon serta berusaha dengan sungguh sungguh.  Amin.

Oleh; Prof. Dr. H. Muhibbin Noor, M.Ag

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution