Jumat, 29 Juli 2016

Sifat yang di Benci Allah

Inilah Sifat yang Paling di Benci Allah Subhanahu Wa Ta’ala

AKU LEBIH BAIK DARINYA !!!
Itulah kalimat keangkuhan pertama yang membuat iblis terusir dari surga dan terlaknat untuk selama2nya. Maka tidak sepantasnya ia keluar dari bibir seorang hamba yang telah dimuliakan dengan akal untuk berfikir, hati untuk memahami dan anggota tubuh untuk tunduk, patuh penuh syukur.


Sifat sombong adalah sifat yang dibenci Allah, sifat ini dapat menurunkan kedudukan seorang hamba dari kemuliaan pada kehinaan, bahkan dia bisa menjadi penghalang manusia dari surga Allah, tak perduli sebesar apa kadar kesombongan itu. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Tidak masuk surga orang yang didalam hatinya ada rasa sombong meskipun hanya sebiji sawi”.

Allah berfirman dalam hadits qudsi, 

“Keagungan adalah sarung-Ku dan kesombongan adalah pakaianKu. Barangsiapa merebutnya (dari Aku) maka Aku akan menyiksanya. (HR. Muslim).

Saking besarnya bahaya sifat sombong ini, tak heran bila Rasulullah shallallahu alaihi wasallam senantiasa memohon perlindungan kepada Allah darinya disaat memasuki pagi ataupun menjelang petang. Beliau selalu berdo’a,

رب أعوذ بك من الكسل و سوء الكبر

Rabbi audzubika minal kasali wa suuil kibr.

“Tuhanku… Aku memohon perlindunganmu dari sifat pemalas dan buruknya sifat sombong”

Lalu apa kesombongan itu…? Apa tolak ukur hingga seseorang itu dikatakan sombong..? Saat Rasulullah menjelaskan bahwa “tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya ada rasa sombong meskipun hanya sebiji sawi”, maka ada seorang laki-laki bertanya :”sesungguhnya ada seorang yang senang pakaiannya bagus dan juga sandalnya bagus”. Beliau bersabda “sesungguhnya Allah itu indah yang senang terhadap keindahan. 

Sedang sombong itu adalah  

MENOLAK KEBENARAN DAN MERENDAHKAN ORANG LAIN

Inilah barometer kesombongan yang digariskan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Kedua sifat ini terkumpul pada diri Iblis, yaitu sikap menolak kebenaran berupa perintah untuk sujud dan merendahkan nabi Adam alaihissalam yang diciptakan Allah dari tanah dengan tangan-Nya.

Memang sudah merupakan tabiat manusia selalu merasa paling mulia, paling unggul, dan hebat dari orang lain, apalagi bila dia memiliki kedudukan tinggi baik secara akademik maupun secara strata sosial. Perasaan itupun akhirnya melahirkan keangkuhan, tak mau mengakui keunggulan orang lain, bahkan tak jarang dia akan melancarkan makar agar karunia Allah yang ada pada orang lain hilang. Padahal Al Qur’an mengajari kita untuk tawadhu, Al Qur’an menuntun kita untuk mengembalikan semua keberhasilan itu pada Allah dan Al Qur’an juga menuntun kita untuk mengakui keunggulan orang lain, diatas langit masih ada langit.

” و فوق كل ذى علم عليم”

“Dan diatas setiap orang berilmu itu ada Dzat yang Maha Mengetahui”

Satu hal yang harus kita sadari, bahwa tidak ada rekomendasi dari Allah bahwa kita adalah orang yang paling sholeh. Manusia boleh menilai apa yang Nampak, tapi Allah melihat pada apa yang tersembunyi di dalam dada kita.

Semoga Allah melindungi kita dari sifat sombong dan membimbing hati kita supaya mudah menerima kebenaran dan tidak meremehkan orang lain. 






0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution