Kamis, 12 April 2012

Lidah Tidak Bertulang Tapi Tajamnya Melebihi Pedang

Salamu 'alaikum warohmatullohitaala wabarokaatuh sobat.

Dibawah ini beberapa tweet Aa Gym yang saya copas, mudah-mudahan jadi bahan renungan buat kita yang beragama Islam.dan mungkin bisa bermanfaat bagi sobat pembaca terutama bagi saya. 

"Bergurau belebihan dapat mengeraskan hati dan menzolimi orang lain"

Hidup tanpa canda terasa hambar. Serius terus dalam berbicara terkadang sering membosankan. Bahkan dengerin ceramahpun kalo terlalu serius ceramahnya, tanpa diselingi gurauan, malah jadi ngantuk ngedengernya. Tapi banyak yang tidak kita sadari, bahwa gurauan yang berlebihan itu justru bisa menimbulkan masalah yang cukup serius. Banyak dari guraun kita yang justru menyinggung perasaan orang lain. Apalagi kalau gurauan itu sudah menyangkut pada fisik seseorang ( atau kata Aa Gym, menzhalimi orang). Bener kata pepatah,,'' Lidah tidak bertulang, tapi tajamnya melebihi pedang,,''

Banyak contoh guraun yang berdampak negatif pada diri si 'penggurau' dan kepada yang menjadi objek gurauan. Mungkin sobat pernah mendengar/melihat di media massa ada seorang MC sebuah acara televisi, yang mendapat masalah akibat gurauannya itu. Bahkan sampai KPI-pun ikut mengkritiknya. Karena gurauannya terlalu berlebihan. So, marilah kita pandai-pandai menjaga lidah kita. Jangan sampai niat kita mencairkan suasan karena obrolan terlalu serius, tapi justru malah menyakiti perasaan orang lain. Marilah kita pandai-pandai membaca karakter/sifat seseorang, karena tidak setiap orang menganggap gurauan kita adalah sebagai gurauan.

*****

''Kemampuan menghormati/menghargai orang lain adalah ciri orang-orang terhormat''

Saya mau tanya kepada sobat semua. Jika kita menemukan/melihat seseorang yang dikendalikan oleh kesombongan/keangkuhannya karena hartanya, fisiknya, dan sebagainya. Apa tanggapan sobat akan orang tersebut ? Apakah sobat akan menghormati/menghargai dia ??
Saya yakin, 90% dari kita, ketika bertemu orang seperti itu, kita mungkin 'malas' untuk menghormati/menghargainya. Mungkin, ketika didepannya kita akan berlaga seperti menghormatinya, tapi dalam hati, pasti kebanyakan mencibir.

Keangkuhan/kesombongan bisa membawa kita kepada sifat tidak mampu untuk menghargai/menghormati orang lain. Karena, orang yang telah dihinggapi sifat ini, maka dia akan cenderung meremehkan orang lain.

Lalu bagaimana jika kita bertemu dengan orang yang santun, tidak sombong, pandai menghargai dan menghormati orang lain. Ketika dia bertemu dengan kita, dia bersikap baik pada kita, walopun dia kaya, punya kedudukan yang tinggi di pemerintahan misalnya,,, tapi dia tetap mengargai/menghormati orang lain yang 'miskin' atau 'pengangguran' ??
Bagaimana sikap kita padanya ??
Ya, kita pasti juga akan sangat menghargainya/menghormatinya karena sifatnya itu.

''Jika ingin dihargai orang lain, maka hargailah orang lain''


******

''Lebih nyaman dan mulia akhlaq kita bila tak merendahkan/meremehkan orang lain dengan cara apapun''

Jika dalam diri seseorang sudah terdapat sifat gampang merendahkan/meremehkan orang lain, maka telah nyata bahwa ada dalam dirinya sifat sombong. Dan ini merupakan salahsatu penyakit hati. Jika seseorang telah dihinggapi penyakit dalam hatinya, maka pasti dia tidak akan pernah nyaman dengan hatinya. Jika kita suka merendahkan orang lain, maka oranglainpun akan cenderung merendahkan kita (kecuali orang yang benar-benar kuat imannya). Jika kita suka meremehkan orang, apakah mereka akan suka dengan kita ? Apakah mereka mau berteman dengan kita ? Jawabannya, sebagian besar TIDAK.
Maka kitapun akan tersiksa dengan kesendirian kita.

****

Kita tak bisa menilai utuh seseorang hanya dengan "pertemuan sesaat atau mendengar kata orang"

Banyak dari kita hanya melihat secara fisik seseorang kita anggap mereka 'jelek'. Misal, hanya karena seseorang yang baru kita ketemui banyak memiliki tato dibadannya, lalu kitapun kala itu juga mencap dia sebagai orang tidak baik. Padahal, mungkin saja orang itu memang dulunya adalah 'penjahat', tapi kemudian dia telah bertaubat. Sungguh ini adalah salahsatu penyakit hati, ''berburuk sangka''. Dan sebagai ummat Islam kita diharuskan untuk tidak berburuk sangka sama oranglain.

Atau, mungkin kita mendengar akan kejelekan seseorang dari omongan orang lain. Lalu kita serta merta ikut mencap jelek orang tersebut. Padahal kita belum tahu yang sebenarnya. Ini adalah termasuk perbuatan yangg 'bodoh'. Karena jika kita orang pandai, maka kita pasti tidak akan begitu saja percaya akan kabar tersebut. Minimal, kita akan menyelidiki kebenaran kabar tersebut.

*****

''Jangan-jangan orang yang kita hina dan remehkan adalah orang yang dicintai Allah''

Saya teringat dulu pernah baca sebuah buku, saya lapa judul bukunya. Disana pengarang menulis bahwa janganlah kita mancap seorang pendosa bahwa dia pasti akan masuk neraka. Karena kita tidak akan pernah tahu bagaimana dia mati. Mungkin saja sebelum mati dia bertaubat dan mati dalam keadaan khusnul khotimah.

****

''Bagaimana kita bisa meremehkan orang lain, padahal Kita tak pernah tau amal-amal orang lain yg bisa jadi amat disukai oleh Allah''

Janganlah hanya karena kita sudah mahir membaca Al-qur'an, hafal berpuluh-puluh hadis, hafal tentang ilmu-ilmu agama. Lalu kita meremehkan orang lain karena dia tidak bisa membaca Al-qur'an dengan baik, atau bahkan sama sekali tidak bisa membaca, dan sangat minim sekali pengetahuannya tentang ilmu agama.,,,.
Kita tidak pernah tahu amal kita yang mana yang diterima oleh Allah dan seberapa banyak yang diterimaNya. Dan mungkin orang lainlah yang kita remehkan, yang justru amal yang diterimanya lebih banyak.


Sumber : twitter.com/aagym

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution