Kamis, 26 Juli 2012

Berbicara Yang Baik Atau Diam


MENJAGA LISAN

Berbicara itu sangat mudah yang berat adalah mempertanggung jawabkan setiap perkataan, akhlak seseorang bisa tampak dari kata-katanya.

Bila diumpamakan seperti sebuah teko, maka moncong teko akan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya, bila isinya susu maka susu lah yang keluar dan bila isinya air comberan maka air comberanlah yang keluar.

Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda 


“Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahang dan apa yg ada di antara dua kaki maka aku akan menjamin baginya surga .”(HR At-Tirmidzi no. 2411)

Semakin banyak bicara semakin besar peluang dosa dan celaka, maka lebih baik seperti apa yang di sampaikan Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam.

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berbicara yang baik atau diam” (HR. Bukhari).

Berbicara itu sesungguhnya tidak mudah bagi yang berhati bersih, Bila bicara yakin akan membawa kebaikan maka bicara lebih baik daripada diam, bila ragu maka diam itu lebih baik.

Ingat kita tak akan celaka oleh perkataan siapapun selain lisan kita sendiri ...

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution