Rabu, 30 September 2015

Hati Kita Masih Keras

Pernah Gak Dinasehati Orang Lain, Trus Kita Marah?
Nasehat adalah kalimat kebajikan yang disampaikan sesorang guna membuat kita menjadi lebih baik. Addinu nasehah.

Dalam perjalanan hidup ini, sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja, kita sering terjatuh dalam kesalahan. Karenanya, orang-orang yang perduli dengan kita, sayang dengan kita, akan memberikan nasehat kepada kita, guna kita sadar dan menjadi lebih baik di masa mendatang.


Tapi ……
Bagaimanakah reaksi kita ketika menerima nasehat?

Terkadang kita marah ketika kita mendapat nasehat, alasan ini, alasan itu. hati kita jengkel dengan nasehat mereka, kemarahanpun dilimpahkan kepada mereka. Apa salah mereka? karena memberi nasehat? bukankah itu hal baik? kenapa kita marah? Mungkin bila kita mau berdiam diri sejenak, berfikir.

Apa kemarahan itu tidak bersumber dari rasa bersalah kita yang dirasakan hati terdalam kita?
Apapun yang kita omongkan atau kita lakukan, tidak akan dapat membohongi hati kecil kita. Karena mengusik hati terdalam kita inilah, akhirnya refleks defence kita akan timbul. Kita marah untuk menutupi kesalahan kita. Hati kita ngerti bahwa kita salah, tapi nafsu kita enggan disalahkan, hingga kita marah. 

So what? 
Ketika kita diberi nasehat, mungkin hati kita terusik. Diam adalah emas. Diam dan berdoa, ya Alloh jadikanlah aku lebih baik dan lebih baik kita. Sepahit apapun nasehat yang diberikan kita, kita belajar menerimanya.

Sesulit apapun, harus kita pelajari, harus kita usahakan. Bukankah kita diajarkan untuk ikhtiar? mengapa ikhtiar untuk dunia dapat kita lakukan, tapi sulit untuk ikhtiar mendekati Allah dan memperbaiki diri begitu sulit?

Pertolongan Alloh kita harapkan.

Ya Alloh, begitu lembut dan pandainya para pembimbing ruhani, para mursyid. Beliau tidak menyerang langsung, mereka mencari jalan dimana defence murid lemah hingga sedikit-demi sedikit murid mennjadi baik, walau tanpa ia sadari, tanpa penolakan, yang ada adalah rasa cintadan kasih sayang. hanya sesekali saja, langsung menembak tepat karena memang itu yang dibutuhkan.

Ibarat permainan game strategi. Ketika akan menyerang benteng lawan. Kita tidak menurunkan prajurit kita di tempat yang terdapat defence kuat, tetapi melalui sisi-sisi yang kita yakin dapat kita tembus, sedkit-sedkit melalui sisi lemah tersebut untuk dapat mencapai pusatnya, hingga kemenangan kita peroleh.

Bila kita diberikan nasehat, awal! kita harus mengakui kesalahan atau kelemahan kita kemudian ->maka kita belajar untuk menerima dan mlaksanakannnya, usaha sekarang, bila gagal, besok kita usaha lagi, bila masih gagal, lusa, begitu tanpa lelah untuk menjadi lebih baik.

Bila kita akan memberikan nasehat, maka bagaimana strateginya? Islam itu didirikan untuk Rahmat bagi alam semesta. 

Tapi Hati kita masih keras.

Tolonglah kami, tolonglah teman-teman kami, tolonglah guru-guru kami, lembutkanlah hati kami dan kumpulkanlah kami dengan hati-hati yang selamat. Aamiin.




0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution