Kamis, 16 Juni 2016

Sahabat yang Benar-Benar Sahabat

Persahabatan
Di saat kita punya segalanya, mungkin tak repot untuk mendapatkan banyak sahabat, tapi sulit untuk mendapatkan ketulusan seorang sahabat, tetapi ketika kita tak punya apa apa, disitulah seleksi keadaan yang akan dengan mudah menentukan siapa siapa sahabat yang benar benar sejati, satu rasa dan satu hati.

Tak ada manusia yang bisa hidup tanpa adanya sahabat, dari seorang sahabat, kita bisa belajar tentang banyak hal, tentang hidup dan kehidupan, karena sahabat, kita bisa menjadi kuat dalam masa masa sulit dan dari sahabatt pula kebahagiaaan terasa lebih indah dan ternikmati jika ada sahabat bersama kita.

Tak ada yang bisa menampik, jika sahabat dan persashabatan adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan kita, bisa jadi dan tak menutup kemungkinan bahwasanya keberuntungan  dan kesuksesan seseorang saat ini adalah berawal dari persahabatan.

Di sisi lain setiap dari kita mungkin mempunyai ratusan bahkan ribuan sahabat tapi untuk sahabat sejati mungkin jumlahnya tak lebih dari jumlah jari di telapak tanngan kita, coba kita ingat sekarang berapa sahabat yang sampai sekarang ini masih sering berkomunikasi, berapa sahabat yang masih suka mengunjungi atau berapa sahabat yang masih setia memberikan motivasi saat kita dalam masalah? tak lebih dari sepuluh padahal kita bisa menghafal ratusan bahkan lebih nama nama sahabat kita.

Di saat kita punya segalanya, mungkin tak repot untuk mendapatkan banyak sahabat, tapi sulit untuk mendapatkan ketulusan seorang sahabat,  ketika kita tak punya apa apa, disitulah seleksi keadaan yang akan dengan mudah menentukan siapa siapa sahabat yang benar benar sejati, satu rasa dan satu hati.

Tapi apapun jenis sahabat yang kita punya, tetap saja kita adalah manusia yang bukan apa apa tanpa arti hadir seorang sahabat. tergambar jelas tentang indahnya persahabatan dan segala rasa yang ada dan diadakan dari persahabatan, persahabatan adalah kumpulan kata  sederhana yang akan mendeskripsikan seorang sahabat dan semoga persahabatan akan membuat kita lebih menghargai dan menjaga arti mulia dari sebuah hubungan yang bernama "persahabatan itu".


Sendiri

seperti burung yang terbang sebatang kara..
melanglang buana di luasnya mega..
berlomba sendiri hanya berkawan deru angin..
sendiri dan memang sendiri..

kemana sahabatku yang dulu katanya senasib..
kemana temanku,,yg ternyata tak sepenanggungan..
haruskah ku teriak memanggilmu..
supaya engkau paham dan ingat namaku kembali..

ahh..tapi harus kah dengan cara itu..
bukankah kesejatian sahabat bukan untuk diminta..
bukankan dia hadir secara alami dan tak dibuat buat..
dan lestari terjalin dengan ketulusan..

iya..apapun dan siapapun aku dlm lembar ingatanmu..
tak pernah tertinggal dlam permohnan doaku..
bahagialah kalian dengan sahabat sahabat baru..
pun dengan kehidupan baru kalian..
engkau tetap sahabat terbaikku..
harus kulanjutkan lagi penjelajahanku..
denngan atau tanpa kalian..
karena akulah sahabat terbaikku...

---------------

Terimakasih

jabatan tangan di kala itu
ternyata awal tanda jadi persahabatn ini..
merajut kebersamaan dalam rasa dan asa..
berangkulan segala segala cuaca dan bermacam musim..

dari yang tak tau apa apa..
hingga sampai kita setua ini..
tetap sama tak ada beda..
dengan segala kekonyolan dan kedewasaanmu...

tak sanggup ku menampik besar jasamu..
kenyamanan ynga ku kecap saat ini,,
adalah sokongan dari budi jasamu dulu..
membangunkan ku dimasa masa sulit..
mengingatkkan ku di saat aku menjadi pelupa..
mendewasakanku ketika kekanak kanakanku merasuki tingkah dan pikirku...
terimakasih...

mungkin tanggung jawab dan keadaan telah memisahkan..
tapi sekedar jarak,bukan tautan batin diantara kita..
berdoa untuk keberkahan umurmu..
berdoa untuk segala hal yang baik untukmu..
terimakasih....untuk kesempatan menjadi sahabatmu..
suatu kebanggaaan menjadi sahabatmu..

-----------------

Yang tak dianggap 

Berlari lari tak tentu arah tujuan..
Dan terus saja berlrari mencari nama namamu..
Berhenti di satu tempat,menanyakan keberadaan mu..
Dan semua tak tau..

Kusapu peluh keringatku dengan punggung tanganku..
Menyelaraskan nafas yang ter engah engah..
Menenangkan otak yang terus berputar putar…
Dengan keadaanku yang sebegini parahnya..

Adakah kalian perdulikanku….
Kupejamkan mata bersama desiran bayu membuai
Lemas tanpa daya sekujur badan
Menanggung duka lara hidup sebatang kara..
Kurang bersahabatkah aku dengan kalian..dulu
Atau terlalu licikkah aku selama kita berkawan..
Sehingga tak ada lagi telinga yang mau mendengar keluh kesahku…

Dalam kepasrahanku,terasa lembut jemari menepuk punggungku..
Nampak senyum yang tak asing bagiku…
Menggenggam ke dua tanganku yang lesu..
Dan berkata meyakinku..

Sahabat sejati tak akan meninggalkan sahabatnya..
Aku memperhatikanmu..
Hanya saja engkau sering mengabaikanku..
Yang sejati tak selalu tertawa bersama terbahak bahak…
Atau mengahabiskan waktu dalam suka cita..
Sahabat sejati adalah yang sanggup membangunkamu dalam masa masa pahit..
Dan mungkin saat inilah waktuku untuk membuktikan kepadamu..

Akulah sahabat sejatimu..
Aku pun terdiam seolah hilang semua kata..
Tak terasa mataku berkaca kaca..
Mengingat kebaikan dan ketulusanmu..
dan kami pun larut dalam pertemuan..

Semoga kita semua memiliki sahabat sahabat yang benar benar sahabat sejati dan kita pun bisa menjadi sahabat sejati bagi sahabat sahabat kita, karena semua kebaikan dan ketulusan yang kita berikan untuk sahabat sahabat kita, niscaya kebaikan itu akan berbuah kebaikan pula kepada kita, semoga bermanfaat, terimakasih.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution