Selasa, 09 Oktober 2012

Membangun Kecintaan Terhadap Al Qur’an

BAGAIMANA MENJADI HAFIDZ QUR’AN?

Bagaimana menjadi Hafidz Qur’an? Sebenarnya langkahnya sederhana saja. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan.


Langkah Pertama: "membangun kecintaan terhadap Al Qur’an"

Bila kecintaan terhadap Al Qur’an sudah dimiliki, insya Allah menjadi hafidz Qur’an bukan lagi angan-angan. Percaya atau tidak, silahkan membuktikannya sendiri! Namun bila kecintaan terhadap Al Qur’an belum dimiliki, proses menuju hafidz Qur’an akan jadi terhambat, terseok-seok atau bahkan berhenti ditengah jalan.
 
Kenapa demikian? Karena memang rasa cinta terhadap sesuatu itu merupakan energi motivasi yang paling dahsyat. Dengan cinta seorang akan mau berlama-lama dengan Al Qur’an. Dengan cinta pula seorang penghafal Qur’an akan rela mengorbankan waktunya untuk berinteraksi dengannya. Bahkan bagi orang yang sudah cinta berat sama Al Qur’an, tidak ketemu Al Qur’an satu hari saja menjadi masalah baginya. Rasanya ada yang kurang, seperti ada yang hilang, hati menjadi resah, gelisah, marah-marah, bahkan bisa sakit parahh!

Karenanya, untuk sukses menjadi hafidz Qur’an kita perlu menumbuhkan rasa cinta terhadap Al Qur’an. Masalahnya, bagaimana caranya agar kita mencintai Al Qur’an? Seorang akan mencintai sesuatu manakala yang bersangkutan mengetahui manfaat dari sesuatu itu.

Karenanya, kita perlu mengetahui manfaat Al Qur’an dalam hidup dan kehidupan ini. Atau istilahnya kita perlu tau fadhilah-fadhilah (keutamaan-keutamaan) Al Qur’an. Baik keutamaan di dunia maupun di akhirat kelak.

Pembaca yang budiman,
Banyak dalil, baik Al Qur’an maupun hadits, yang menjelaskan mengenai keutamaan-keutamaan Al Qur’an. Misalnya, ”Sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al Qur’an” (HR Bukhari). Pembaca bisa membatu saya mencarikan dalil-dalil lainnya.

Bagi saya, Al Qur’an merupakan penyejuk hati. Tatkala hati ini sedang gelisah atau sedih maka Al Qur’an seolah-olah menjadi air sejuk yang menyirami tanah yang gersang. Begitu sejuk dan begitu nikmatnya. Didalamnya kita akan menemukan petunjuk/’ibrah/hikmah/prinsip untuk mengambil keputusan dalam menjalani kehidupan.

Pembaca yang budiman,
Sebaliknya, orang akan mencintai/termotivasi untuk melakukan sesuatu manakala seseorang tersebut mengetahui akan akibat negatif bila tidak melakukan sesuatu tersebut. Mengenai hal ini ada juga dalil-dalil yang menjelaskannya. Pembaca juga bisa membatu saya mencarikannya.

Pendek kata, salah satu cara untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al Qur’an adalah dengan mengetahui manfaat (efek positif) dari berinteraksi dengannya (termasuk menghafalnya) dan mudharat (efek negatif) bila meninggalkannya.

Nah, pembaca yang budiman,
Sekarang ambil secarik kertas, kemudian beri garis ditengahnya. Disebelah kiri garis, isikan manfaat yang akan didapat dari menghafal Qur’an. Sedangkan disebelah kanan garis, silahkan isi dengan dampak buruk (mudharat) yang terjadi jika tidak menghafal Al Qur’an. Setelah selesai ditulis semuanya, tempel kertas tersebut ditempat yang mudah terlihat. Agar kita selalu mengingat-ingatnya. Aksi ini akan membantu kita untuk semakin mencintai Al Qur’an.

Oya, selain itu juga yang tidak boleh dilupakan adalah Do’a. Mintalah kepada Allah agar Dia menyemaikan benih-benih cinta di hati kita agar mencintai Al Qur’an. Mintalah kepada-Nya setiap hari. Mintalah dengan sungguh-sungguh dan penuh harap.

Sungguh menarik pernyataan dari seorang Ustadz, kata beliau, 

”Banyak orang yang merengek-rengek kepada Allah agar Allah memberikan harta, suami/istri yang shalih/ah, jabatan dst. Namun sedikit orang yang merengek-rengek kepada Allah agar Allah memberikan kecintaan dengan Al Qur’an”

Sobat pembaca yang budiman,
Memang kita perlu argumenati kuat untuk menjawab pertanyaan, ”Mengapa harus menghafal Al Qur’an?” Sebenarnya tulisan diatas adalah jawaban dari pertanyaan tersebut.

Wallaahua’lam.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution