Rabu, 05 Desember 2012

Rezeki Itu Dari Allah SWT

Pembuka Pintu Rizki Dari Allah SWT


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Sesungguhnya Allah SWT telah menjamin bahwa semua makhluk-Nya, yang besar maupun yang kecil, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya termasuk manusia, akan mendapatkan rezeki dari Allah SWT tanpa mengurangi kekayaan-Nya sedikitpun.


Allah SWT berfirman:

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (QS. Huud 11: 6)

Setiap kita tidak perlu khwatir akan rezekinya, karena semuanya telah diatur oleh Allah SWT ketika dirinya masih berupa janin di kandungan ibunya, bahkan sudah diatur jauh sebelum dunia ini diciptakan.

Allah SWT berfirman

اللّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقَدِرُ وَفَرِحُواْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مَتَاعٌ

Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)”. (QS. Ar Ra’du 13 : 26):

Allah SWT yang melapangkan atau menyempitkan, memberikan atau menahan rezeki seseorang. Dia yang mencukupkan rezeki bagi siapa saja yang dikehendakinya, dan Dia juga yang tidak mencukupkan rezeki kepada siapa yang dikehendakinya. Semua itu adalah sunnatullah, ujian kepada manusia, kita termasuk hamba-Nya yang bersyukur, sabar, atau takabur dan sombong ?

Allah SWT berfirman

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضاً سُخْرِيّاً وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS. Az-Zhukhruf 43 : 32)
Setelah kita sudah yakin bahwa yang mengatur rezeki itu adalah Allah SWT. Selanjutnya bagaimana? Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, para ulama telah memberikan petunjuk kepada kita bagaimana cara menggapai rezeki Allah SWT.

Diantara petunjuk pembuka pintu-pintu rezeki Allah SWT adalah sebagai berikut:

1. Menyempurnakan ikhtiar, berusaha sebaik-baiknya.
Sebagai orang beriman, kita perlu mencari sebab-sebab yang membawa kepada kemudahan rezeki. Misalnya ingin mendapatkan rezeki untuk biaya keluarga, anak, istri, berarti kita perlu mencari pekerjaan yang halal dan mengerjakan pekerjaan kita dengan disiplin dan sebaik-baiknya yang bisa kita lakukan. Ingin punya anak sholih dan sholihah, kita perlu mencari istri/suami yang sholihah/sholih dan mendidik anak kita dengan akhlaq Islam.

Para Nabi dan salaful sholih pun juga bekerja:

“Sesungguhnya Nabi Daud tidak makan kecuali dari hasil jerih payahnya sendiri”. [HR Bukhari].
“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari memakan hasil jerih payahnya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Daud makan dari hasil jerih payahnya sendiri”. [HR Bukhari].
“Zakariya Alaihissallam dulu adalah seorang tukang kayu”. [HR Muslim].
“Dan Zainab (binti Jahsy) adalah wanita pengrajin tangan, ia menyamak kulit dan melobangi (serta menjahit)nya untuk dibuat khuf atau lainnya. Lalu ia bershadaqah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” [HR Al Hakim]
“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi pun melainkan pernah menggembala kambing.” Para sahabat bertanya,”Dan engkau sendiri?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Ya, aku juga dulu menggembalakan (kambing-kambing) milik penduduk Mekkah dengan upah beberapa qirath.” [HR Al Bukhari]

2. Berpagi – pagi dalam memulai beraktifitas.
Dianjurkan memulai aktifitas di mulai pagi-pagi hari, karena merupaka waktu yang diberkahi Allah SWT.

3. Beribadah kepada Allah SWT.
Hadist Qudsi: “Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk menyembah-Ku maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiranmu. Jika tidak melakukannya maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak menutup kefakiranmu.” (Riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abu Hurairah r.a.)”.

4. Memperbanyak Istighfar.
“Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah s.w.t akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abdullah bin Abbas r.a.)

5. Memperbanyak Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Bacalah shalawat untukku, maka bacaan shalawatmu untukku itu, menjadi penebus dosa dan kesucian untuk dirimu, maka siapa yang membaca shalawat untuk 1 kali, Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali, (yaitu rahmat Allah turunkan padanya 10 kali lipat).”Man shalla alayya shalaatan shallaahu alaihi bihaa asyran”.

6. Memperbanyak membaca ”La hawla wala quwwata illa billah”.
“Barang siapa yang lambat rezekinya hendaklah banyak mengucapkan La hawla wala quwwata illa billah”  (HR.At-Tabrani).

7. Membaca surat Al-Ikhlas.
“Barangsiapa yang membaca surah al-Ikhlas ketika masuk rumah, maka (berkah bacaan) menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya” (HR.Tabrani).

8. Melaksanakan sholat dhuha.
“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.” (Riwayat al-Hakim dan Thabrani).

9. Membaca surat Al Waqiah.
“Barangsiapa membaca surah al-Waqi’ah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup”. (HR. Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).

10. Menjaga Silaturrahmi.
“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya maka hendaklah dia menghubungi sanak-saudaranya.” (Riwayat Bukhari)

11. Mengamalkan zikir asmaul husna dan ayat-ayat Alqur’an tertentu.
Misalnya, dua ayat terakhir surah at-Taubah (ayat 128-129) jika dibaca secara rutin tujuh kali setiap selesai sholat, dikatakan bias menjadi sebab Allah SWT lapangkan kehidupan dan murahkan rezeki.

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS at-Taubah 9: 128)

فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُلْ حَسْبِيَ اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung”. (QS at-Taubah 9: 129)

Membaca asmaul husna
Yaa Allahu, Yaa Rozzaqu” artinya Allah SWT yang Maha memberi rezeki.
Yaa Allahu, Yaa Ghoniyyu” artinya Allah SWT yang Maha Kaya.

12. Dan  TAWAKAL
Allah SWT berfirman

 وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. At-Thalaq 65 : 3).

Semoga dengan amalan-amalan sholih tersebut. Allah SWT memberikan rezeki dan kelapangan jalan hidup kepada kita semua kaum muslimin, amin.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution