Rabu, 26 Maret 2014

Bersikap Asertif

Asertif untuk Kehidupan yang Seimbang

Dengan mencoba untuk bersikap asertif, bukan hanya Anda dapat menyatakan perasaan Anda dengan baik, Anda juga dapat mengatur hidup menjadi lebih seimbang.
 
Pernahkah Anda mendengar kata “asertif”? Menurut Pratanti (2007), asertivitas adalah kemampuan untuk mengomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain, namun dengan tetap menjaga dan menghargai perasaan orang lain.

Apa yang Anda lakukan jika ada orang yang meminta tolong? Biasanya, jika peminta tolong adalah kerabat dekat, tak jarang permintaan tolong dikabulkan atas dasar pertemanan. Namun, hal ini juga seringkali membuat orang yang menolong menjadi kesulitan.

Tanpa mempertimbangkan urusan dan tanggung jawab sendiri, terlalu sering mengabulkan permintaan orang lain dapat membuat urusan sendiri terbengkalai. Merasa ‘tidak enak’ atau segan untuk menolak adalah penyebab utama kekacauan ini.

Salah satu hal untuk mengatasi kesalahan-kesalahan seperti ini adalah dengan mencoba bersikap asertif. Sikap asertif dapat membuat seseorang menyadari kapasitas dan tanggung jawabnya. Sikap asertif tidak sama dengan agresif, karena agresif cenderung berkonotasi negatif. Agresif kadangkala tidak memperhatikan situasi bersama lawan bicara, sehingga suasana menjadi tidak kondusif.

Menurut Pratanti (2007), orang yang asertif memiliki kriteria merasa bebas untuk mengekspresikan perasaan, pikiran dan keinginan; mengetahui hak mereka; dan mampu mengontrol kemarahan.

Apabila selama ini Anda belum bersikap asertif, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk memulainya, menurut betterhealth.vic.gov.au dan mayoclinic.com, Anda bisa berlatih berbicara dalam nada yang tidak agresif. Langkah ini bisa dicoba dengan berlatih bersama rekan Anda untuk meminta saran.

Anda juga perlu berkata jujur mengenai apa sebenarnya perasaan Anda ketika Anda dimintai tolong. Gunakan kata “saya merasa” atau “sepertinya” untuk menjelaskan alasan Anda. Selanjutnya, upayakan untuk tidak memotong perkataan orang lain dan coba pahami cara pandangnya. Terakhir, usulkan untuk mencari solusi bersama yang tidak menyita tanggung jawab atau waktu Anda.

Memulai untuk bersikap asertif mungkin akan terasa sulit pada awalnya, apalagi jika Anda mungkin sering bersikap pasif dan segan. Selain itu, perlu banyak latihan dan keberanian untuk mencoba berbicara daripada diam dan tidak menolak. Jika Anda cenderung untuk bersikap agresif, cobalah untuk mengatur nada bicara Anda dengan baik. 



0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution