Senin, 18 Maret 2013

Allah Baik Engkau Bermaksiat

“Hati-Hati Terhadap Kebaikan Allah, Sementara Engkau Bermaksiat KepadaNya”

 

‘Takutlah bila kebaikan Allah selalu engkau dapatkan sementara engkau tetap berbuat maksiat kepadaNya. Karena perlahan-lahan itu akan menghancurkanmu.’
“Dan orang-orang yang mendustakan aya-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.” [QS Al A'raf Ayat 182]

Begitu banyaknya manusia-manusia yang bersenang-senang dengan harta bendanya. Segala yang diusahakannya lancar, seakan-akan apa saja yang dipegangnya bisa menjadi emas. Keluarga-keluarga mereka terlihat bahagia.


Apabila kita melihat sisi lain dari kehidupannya, mereka adalah pejabat-pejabat negara yang memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan usahanya, pengusaha-pengusaha yang menghalalkan segala cara untuk kepentingan bisnisnya, atau orang-orang yang tidak melakukan anjuran-anjuran dan melakukan larangan-larangan yang telah ditetapkan Allah.


Sholat mereka lakukan bila mereka memang ingin sholat, mereka lebih mendahulukan urusan-urusan pribadinya daripada amalan-amalan agama. Naik haji, umroh dan sedekah bagi mereka hanya sekedar untuk menjaga nama di masyarakat.


Bila hal-hal demikian dialami, selalu mendapatkan kebaikan sementara melakukan berbagai maksiat, maka berhati-hatilah, karena hal itu tanpa disadari menimbulkan pemikiran bahwa tanpa melakukan amalan-amalan agamapun hidup bisa bahagia, hingga membuat semakin jauh dariNya. (by.filsafat.kompasiana)

 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution