Senin, 25 Maret 2013

Allah Itu Maha Memberi dan Mengasihi

Berprasangka Baik Kepada Allah
Kita sebagai manusia hanyalah merupakan mahluk yang tidak memiliki daya dan upaya apa-apa terhadap segala sesuatu di dunia tanpa campur tangan Allah SWT. Maka dari itu, kita sebagai seorang muslim haruslah berdo’a agar segala kenikmatan yang telah kita dapatkan dapat membawa kita kepada telaga keridhoan-Nya. Allah sendiri adalah dzat yang memiliki sifat ar-Rahman dan ar-Rahim yang senantiasa memberi dan mengasihi umat manusia tanpa memandang ia baik ataupun tidak. Sudah sepantasnya kita sebagai seorang muslim menyadari hal tersebut karena kita tentunya pasti dan harus paham tentang sifat-sifat yang dimiliki oleh dzat yang kita sembah, yaitu Allah SWT.


Coba kita kaji sejenak kebelakang…

Apabila semua umat manusia tidak menyembah Allah, apakah lantas Allah merasa dirugikan oleh umat manusia? Tentu tidak! Kemudian sebaliknya, apabila semua umat manusia menyembah Allah lantas Allah akan merasa diuntungkan? Tetap tidak demikian. Hal itu menunjukkan bahwa Allah tidak membutuhkan pertolongan manusia, melainkan umat manusia lah yang membutuhkan Allah. Maka dari itu, kita sebagai seorang muslim yang ingin mencapai ridho-Nya sudah sepatutnya berprasangka baik terhadap setiap ketentuan yang diberlakukan-Nya kepada kita.

Ada yang berpikir dan melihat bahwa nikmat Allah itu hanya sebatas lahiriah saja, sehingga terbesit bahwa hanya yang tampak saja yang merupakan nikmat yang diberikan Allah. Rumah yang mewah, mobil yang banyak, harta yang melimpah ruah, dan lain sebagainya hanyalah nikmat yang bersifat duniawi. Lantas apabila kita tidak memiliki semua itu, maka kita tidak diberi nikmat oleh Allah? Cobalah berpikir dengan cara yang lain dan lebih logis lagi. Nikmat Allah itu tidak berbatas, tidak hanya pada yang bersifat lahiriah saja melainkan yang tidak tampak pun merupakan rangkaian dari nikmat Allah yang tidak berbatas itu. Sebagai contoh kecil, seorang manusia membutuhkan oksigen untuk hidup dan bernapas. Setiap tarikan napas kita adalah nikmat yang disediakan gratis oleh Allah. Bayangkan apabila kita harus membeli setiap oksigen yang kita gunakan untuk bernapas, niscaya tidak ada satupun manusia yang mampu bertahan hidup untuk waktu yang singkat. Itulah sebagian kecil nikmat Allah yang diberikan-Nya secara cuma-cuma kepada setiap umat manusia. Selain itu penglihatan, pendengaran, penciuman, dan lain-lain merupakan nikmat yang sungguh sangat luar biasa untuk seseorang. Bukan hanya untuk seorang muslim, bahkan seorang kafir yang sangat dzolim pun Allah masih memberikan sifat Rahman dan Rahim-Nya.

Ada pula muslim yang berpikir apabila ia dititipkan nikmat yang lebih, maka ia akan berkata “Allah sedang memuliakan aku”. Tetapi apabila ia sedang diuji dengan diambil-Nya kembali nikmat lebih yang telah dititipkan kepadanya, maka ia pun akan berkata “Allah sedang menghinakan aku”. Kata-kata itu hanyalah akan terucap dari mulut seseorang yang kufur akan nikmat Allah. Seorang muslim yang arif tentunya tidak akan berpikir demikian. Ia telah memahami betul faedah dari nikmat Allah yang dititipkan kepadanya, sehingga ia akan lebih takut apabila ia diberi atau dititipkan nikmat yang lebih oleh Allah. Bukan karena takut akan kehilangan nikmat tersebut, melainkan takut bahwa dirinya akan memjadi kufur dan sombong apabila ia tidak bersifat amanah dengan nikmat tersebut.

Seorang muslim tentunya akan selalu berprasangka baik terhadap Allah SWT. Ia yakin bahwa setiap nikmat dan ujian kepadanya akan membawa dirinya lebih dekat lagi kepada Allah. Dengan demikian, tujuan sejati dari seorang muslim itu akan lebih mudah tercapai dengan ridho Allah. Semoga kita selalu menjaga hati kita dengan berprasangka baik kepada Allah..

Insya Allah, Amin ya Robbal Al Amin…

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution