Rabu, 03 Februari 2016

Sejuta Hikmah Dalam Setetes Embun

Setitik Embun Sejuta Hikmah


1. MULIAKAN GURUMU
Mulya-kan Gurumu, Guru yang mengajarkan Al-Qur'an, Guru yang menjadikanmu mengerti Ilmu Islam dan kebenaran-kebenaran (hikmah), Guru yang membimbing Rohmu menuju Allah Azza Wajalla. 

Janganlah mengurangi rasa hormatmu terhadap Gurumu lantaran kamu melihat setitik kekurangannya, Jangan mengubah kecenderungan hatimu untuk mencintainya hanya karena urusan beda pendapat, urusan dunia dan yang lainnya. Gurumu adalah penuntunmu dikala kamu tersesat jalan, Ingatlah ia dan do'akan sepanjang hidupmu, Insyaallah berkah Ilmumu dan berkah hidupmu.


2. MENSYUKURI NIKMAT IJAD (KEBERDAAN KITA DIDUNIA)
Jika dalam kesendirianmu engkau teringat akan keberadaan dirimu di Dunia ini maka ingatlah akan penciptamu, yang mulanya kamu adalah hina kemudian disempurnakan dan dimuliakan, dan dikaruniai nikmat, maka berjanjilah dalam qolbu-mu untuk terus bersyukur dan tidak mendurhakai-Nya.

Jika dalam kesendirianmu engkau teringat akan keberadaan dirimu di Dunia ini maka ingatlah Ibumu yang telah menanggung beratnya mengandungmu dan berjuang dengan bertaruh nyawa melahirkanmu, kemudian merawatmu, mencurahkan kasih sayangnya dikala kamu masih lemah tak bedaya hingga kamu menjadi tegar dan kuat, maka berjanjilah dalam qolbumu untuk tidak mendurhakainya, menyakiti hatinya dan senantiasa berdo'a untuknya.

Jika dalam kesendirianmu engkau teringat akan keberadaan dirimu di Dunia ini maka ingatlah Gurumu yaitu orang tua keduamu yang telah mengajarkan kamu pengetahuan yang sebelumnya kamu sangat bodoh dan tak tahu apa-apa, membimbing jiwa kamu mengenal Tuhanmu, maka berjanjilah dalam qolbumu untuk tidak menyakiti hatinya dan senantiasa menghormati dan mendo'akannya.

Bersyukurlah pada semua, yang mengakui keberadaanmu didunia ini sebagai seorang manusia yang sempurna dan berbudi mulia.

BUKANKAH SEMU ITU ADALAH NIKMAT YANG TELAH ANDA TERIMA MULAI ANDA PERTAMA KALI MENGHIRUP UDARA DIDUNIA INI, BERSYUKURLAH DAN JANGAN PERNAH BERHENTI UNTUK BERSYUKUR. Allahumajalni minas syakirin.


3. SEMUA PASTI TERSELESAIKAN
Dalam kehidupan seorang Muslim adakah suatu perkara yang tidak terselesaikan atau masih menggantung?

Renungkanlah! perjalanan hidup anda yang padat dengan tugas, bahkan tugas yang berat atau banyak kendala-kendala disitu, sehingga menjadi masalah serius dalam menyelesaikan tugas itu, ingatlah SEMUA MASALAH PASTI TERSELESAIKAN, karena Allah memberikan persoalan atau masalah telah di takar dengan kemampuan sang hamba, dan ingat ketika semua tugas-tugas masalah telah terselesaikan, Sesungguhnya ada campur tangan Allah disitu. Allah Maha Memberi! Pemberian Allah meliputi segalanya, termasuk Kekuatan dalam mengangkat beban persoalan, Kecerdasan dalam menyelesaikan persoalan itu adalah pemberian BESAR yang tersembunyi,  sehingga kadang terlupa oleh kita untuk mensyukurinya. 

INGAT SEMUA KEKUATAN ADALAH DARI ALLAH, MANUSIA TIDAK PUNYA DAYA DAN UPAYA SEDIKITPUN JIKA ALLAH TIDAK MENGARUNIAKAN. Maka sepantasnya lah seorang hamba bersyukur atas kekuatan positif yang telah Allah karuniakan pada kita.


4. PERPENDEK ANGAN-ANGAN TENTANG DUNIA
Dalam diri seorang manusia sempurna pasti memiliki angan-angan tentang hal keduniaan yang terkait dengan materi-materi (kekayaan), kedudukan, perhiasan, wanita dan seluruh perhiasan dunia. Jika kesemua hal itu kita rancang, kita kalkulasikan, kita angan-angankan dan itu adalah hal yang jauh kedepan yang seperti apa nantinya kita tidak tahu (tidak jelas) dan hanya mereka-reka saja itu namanya adalah panjang angan (tulul amal). 

Yang sering terjadi bagi orang yang punya sifat panjang angan-angan ini, apa yang di angan-angankan selalu tidak sesuai / meleset, akhirnya bisa stres ataupun putus asa.

Lantas apa agama melarang kita berpanjang angan-anagan tentang dunia? Benar, karena hal itu adalah penyebab utama seseorang hubbud dunnya (cinta dunia). Sedangkan tidak memper panjang angan-angan adalah suatu bentuk kezuhudan.

Hal-ini berbeda dengan sebuah cita-cita (himmah) yang orientasinya pada ibadah kepada Allah SWT. hal itu adalah suatu kemuliaan.

Bagaimana perencanaan sebuah pekerjaan? hal itu bukanlah angan angan karena hal yang sudah jelas, jadi bukan suatu masalah.

PERPENDEK ANGAN-ANGANMU TENTANG DUNIA JIKA ANDA TIDAK INGIN DIKECEWAKAN OLEHNYA, LAKUKAN DENGAN SEMPURNA HAL YANG TERDEKAT DENGAN ANDA DENGAN NIAT IBADAH DAN SEMPURNAKANLAH.


5. MENJAGA INGATAN AKAN ALLAH DAN SYUKUR
Ingat pada Allah adalah sumber ketenangan hati dan penyubur jiwa. 
Syukur kepada Allah adalah sumber keridhoan Allah dan penyubur anugerah. 

Puncak tauhid adalah senantiasa menjaga ingatan atas-Nya.
Puncak Ibadah adalah rasa syukur terhadap-Nya.

Sudahkah kita termasuk hamba yang senantiasa ingat pada-Nya? 
Sudahkah kita termasuk hamba yang senantiasa  bersyukur atas karunia-Nya? 

Penuhi masa kita dengan mengingat-Nya 
Penuhi masa kita dengan bersyukur atas karunia-Nya 

Semoga kita ter-selamatkan (tidak termasuk) golongan orang yang merugi atas masa yang kita miliki.


6. CERMIN DIRI
Kalau Kita memahami hakekat cermin, kita akan tahu diri dan akan jauh dari sifat sombong, semena-mena dan membanggakan diri. 

Kalau Kita memahami hakekat cermin orang akan sibuk belajar dengan dirinya sendiri, dan itu adalah kebaikan yang sangat dianjurkan. 

Mengenali diri sendiri adalah kunci emas seseorang untuk sukses dunia akhirat, Mengenali diri sendiri adalah sebuah jalan seseorang mengenali dan mengetahui TUHANNYA. 

Seringlah mungkin untuk bercermin diri, dan temukan Rahasia-rahasia Tuhanmu dibalik cermin dirimu.

Jangan engkau kotori cerminmu dengan debu sehingga menjadi suram, jangan engkau sembunyikan cerminmu hingga engkau tidak pernah tahu akan dirimu, dan jangan pula engkau pecahkan cerminmu sehingga kamu tidak pernah mengetahui tentang dirimu untuk selamanya. 


7. KEWAJIBAN SETIAP MU'MIN DALAM SEGALA KEADAAN
Bagaimana sikap anda jika anda bekerja di sebuah instansi, perusahaan, toko, atau apapun saja di tempat kerja anda, jika sang tuan (majikan) membuat dan menerapkan aturan-aturan yang WAJIB untuk anda? Apakah anda melaksanakan atau membantahnya? 

Kalau Kita sebagai karyawan atau pekerja yang baik dan amanah pasti dengan rela mengikuti semua aturan tuan kita, kalau tidak dalam hati kita kita mungkin khawatir dipecat / di PHK. 


Bagaimana sikap anda sebagai mahluk penghuni bumi ini jika sang pemilik kerjaan bumi ini membuat aturan-aturan WAJIB untuk anda, Apakah anda melaksanakan atau membantahnya? 


Allah SWT mewajibkan untuk setiap mu'min dalam segala keadaan dengan 3 perkara:


Pertama melaksanakan segala perintah Allah. 

Kedua menjauhkan diri dari segala yang haram dan  

Ketiga Ridho atas hukum dan ketentuan-ketentuan ALLAH SWT.

Kalau kita menyadari diri sebagai seorang HAMBA maka dengan rela (ikhlas) menaati seluruh hukum dan ketentuan-ketentuan ALLAH SWT. jikalau anda takut akan siksanya yang pedih dan murka-Nya.

JANGAN KALAHKAN HUKUM DAN ATURAN-ATURAN ALLAH DENGAN HUKUM DAN ATURAN BUATAN MANUSIA! BERLAKULAH SEIMBANG UNTUK KEDUANYA, DAN CENDERUNGLAH HATIMU PADA ATURAN ALLAH.


8. RUMAHKU SURGAKU (BAITI JANNATI)
"Rumahku Surgaku" kata-kata yang tidak asing dikalangan muslimin. Akan tetapi sangat asing untuk dijumpai, kecuali ada pada keluarga-keluarga muslim yang bertakwa. 

Yaitu suatu rumah yang didalamnya ada suami & Isteri yang saling cinta, kasih, menghormati dengan istiqomah karena Allah - laksana teladan mulia baginda Nabi dengan Khotijatul Kubro.  


Yaitu suatu rumah yang didalamnya diasuh anak-anak yatim maupun anak sendiri untuk mencintai Allah dan rasul-Nya, dan belajar Al-Qur'an.


Yaitu suatu rumah yang didalamnya selalu istiqomah digunakan untuk membaca Al-Qur'an dan memahami kandungannya (tafsir Al-Qur'an), dzikir dan sholat-sholat sunnah.

Yaitu suatu rumah yang mana tetangga tidak enggan untuk masuk berkunjung kerumahmu lantaran mereka tahu keramahanmu dan besarnya penghormatan terhadap setiap tamu yang datang kerumahmu.


"Rumahku Surgaku" sama sekali tidak identik dengan materi, kekayaan, dan sesuatu  yang tampak wah dimata karena ketiganya tidak bisa menjamin untuk itu.

MEWUJUDKAN RUMAHKU SURGAKU, JANGAN PERNAH BICARA SULIT JIKA BELUM BERUSAHA UNTUK MEWUJUDKANNYA, MULAILAH DARI MEMPERBAIKI DIRI, DENGAN BANYAK BELAJAR MENTELADANI DAN BERDO'A MOHON PETUNJUK ALLAH  SWT.


9. CARA PANDANG MUKMIN TERHADAP HARTA DUNIA
Sungguh Allah Ar-Rozaq memberikan rizki kepada siapa saja yang dikehendakinya, karunia pemberian-Nya sangatlah besar, tidak pernah diduga, dan tak pernah akan dapat dihitung jumlahnya. 

Apa yang anda dapatkan adalah sekedar titipan yaitu Kekayaan Allah yang dititipkan kepada anda, janganlah merasa untuk memilikinya melainkan hanya pemegang amanah untuk mentasyarufkan sesuai dengan hak-haknya.

Ketahuilah setiap apa yang Allah telah karuniakan kepada kita selalu ada hak orang lain disitu, maka salah satu bukti syukur kita adalah dengan cara mengeluarkannya (mentasyarufkannya).


Memutuskan untuk senantiasa mengeluarkannya merupakan perang hati yang tak kurang menyengsarakan, maka suatu keharusan untuk kita untuk berusaha (ikhtiyar) untuk menjadi kaya guna meringankan perang hati yang terlampau keras. Karena Zuhud tidak harus melupakan keramaian dan tuntutan dunia, dan Zuhud yang terbaik adalah ditengah keramaian dunia.

Jangan sampai Allah memaksa mengeluarkan atau mencabut rezeki-Nya dengan menimpakan kepada anda dengan berbagai musibah seperti kecurian harta, kebakaran, kecelakaan, dan menderita sakit yang menimpa, lantaran anda lalai mengeluarkan hak-hak atas harta yang anda miliki. Atau anda mendapat MUSIBAH TERBESAR dengan dibiarkannya diri anda TERUS DALAM KELALAIAN hingga saat ajal anda.


10. HATIMU BUTUH PERHATIAN YANG LEBIH
Ketika badan sakit anda mungkin sangat tahu gejala-gejala yang timbul dan secara cerdas anda akan mencari obatnya di apotek atau dengan arahan dokter. Namun jika hati anda yang sakit apakah anda sesigap dan secerdas ketika badan anda sakit? Misalnya hati anda terserang penyakit dengki ? Ironi, ternyata kita tidak pernah memikirkan bahkan mengerti apa obatnya, dan ironinya lagi kita tidak tahu apakah hati kita dalam kondisi sehat atau sakit.

Kenapa begitu? karena hati yang sakit pembuat virusnya adalah syetan, maka syetan menyamarkan tentang semua penyakit hati dan mengelabui kita dengan segala cara. 


Ketahui dampak penyakit hati lebih sangat berbahaya dari pada sekedar penyakit fisik, Al-qur'an menggambarkan orang yang hatinya sakit sebagai ORANG YANG RUGI DUNIA AKHIRAT, itulah bentuk kerugian yang sangat nyata. 


Oleh karena itu sungguh kita harus lebih mengerti tentang penyakit hati dan obatnya melebihi pengetahuan kita tentang penyakit fisik, kita harus pandai mengobati hati sendiri kalau tidak ingin merugi dalam dua kehidupan dunia dan akhirat.


11. DZIKIRNYA HATI
Amal ibadah yang ringan dilakukan tapi perlu upaya keras untuk membiasakan secara terus menerus. 

Amal ibadah yang tidak membutuhkan sarana lahir / dohir, namun berpengaruh POSITIF dalam kehidupan lahir / dohir. 

Amal ibadah yang tidak ada seorangpun yang tahu (sir) melainkan Allah SWT. dengannya seseorang akan ringan menata keikhlasan hatinya. 

Ibadah yang diperintahkan Allah dalam Al-Qur'an sebagai penenang, penawar dan obat hati. 

Amal ibadah yang hanya dimiliki oleh para kekasih Allah yang sebenarnya, bukan orang yang pura-puara mendekat pada-Nya. 

Amal Ibadah seorang hamba yang takut (khouf) serta berharap (roja') besar akan rahmat-Nya. 

Amal ibadah seorang hamba yang larut dalam cinta (mahabah) dan kerinduan (sauq).  

Amal Apakah ia? 

Dzikrullah yang senantiasa bersuara dihati SEORANG HAMBA. 


12. AMALKAN KEBAIKAN
Mayoritas orang pasti mengerti tentang kebaikan dalam kehidupan ini, selain fitrah manusia adalah hatinya cenderung pada yang baik, namun yang lebih baik dari mereka yang berpengetahuan itu adalah yang diberi keringanan untuk melakukan, yang paling rugi dari mereka yaitu yang tahu tentang kebaikan tapi tidak melakukannya. 

Sedang yang lebih buruk dari keburukan adalah yang tahu kebaikan tetapi menampilkan keburukan, karena dikuasai nafsu syahwatnya (kesenangan dunia). Kebaikan bukanlah sekedar ilmu untuk diketahui akan tetapi ilmu untuk diketahui dan diamalkan dalam kehidupan. 

Yang lebih baik daripada Kebaikan adalah pelakunya. Yang terbaik bagi pengajak Kebaikan adalah yang terlebih dahulu telah mengamalkannya



0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution