Rabu, 10 Februari 2016

Senyuman Rahma Haruna

Hidup di Dalam Baskom, Muslimah ini Tetap Bersyukur

Bernama Rahma Haruna, gadis Muslim asal Kano, Nigeria. Namanya sontak cepat menyebar ke seluruh pelosok Nigeria, lantaran foto – fotonya yang diuanggah seorang fotografer di media sosial. Terlahir dengan anggota tubuh tak lengkap, mengharuskan gadis berusia 19 tahun tersebut hidup diatas Baskom hijaunya. 


Dengan tubuh separuh badan, pada bagian perut ke atas, serta dengan ‘sedikit’ tangan yang juga tak berfungsi secara normal, membuat ia tak putus asa dalam menjalani hidupnya serta selalu tersenyum.

“Satu hal tentang Rahma ketika kalian mengunjunginya. Dia mencoba selalu tersenyum kepada kalian” tulis Sani Maikatanga, fotografer yang pertama kali menyebarkan foto Rahma. 

Mengenai kondisi Rahma, seperti dilansir Buzz Nigeria, tak ada seorang pun yang tahu kenapa ia terlahir seperti itu. Segala upaya telah diusahakan oleh kedua orang tuanya demi kesembuhan Rahma, namun kata seorang dokter tradisional (tabib, dukun) tak ada yang bisa dilakukan. 

Ungkap Rahma, menerima keadaan dirinya adalah sesuatu yang ia rasa begitu sulit. Namun, dengan bertambahnya usia, Rahma senantiasa memahami dirinya bahwa ia tak sama dengan keadaan orang secara umum dan menerimanya dengan ikhlas.
“Saya bersyukur hidup dalam keadaan sehat. Oleh karena cacat yang saya derita, saya belajar untuk tumbuh tanpa seorang teman. Keluarga saya adalah satu – satunya teman yang saya miliki. Butuh waktu lama untuk menerima cacat yang saya alami, serta memahami bahwa semua orang terlahir berbeda. Saya tak peduli. Saya tetap pada keyakinan saya sendiri, bahwa saya beruntung dengan hidup yang saya jalani”.
Sejak foto rahma dan adiknya menyebar viral di media sosial, banyak yang simpatik dengan keadaannya. Dari organisasi kemanusiaan, seniman hingga jurnalis BBC, Alhaji Ibrahim M. Jirgi. Alhaji menghadiahkan sebuah kursi roda untuk Rahma, agar memudahkan sang adik membawa Rahma kemana-mana. Sebelumnya, sang adik (-Fahad) selalu membawa kakanya didalam baskom diatas kepalanya sejauh 25 kilometer dari rumahnya ke pusat kota Warawa dan Kano.
“Cukup dengan melihat seorang gadis muda di dalam baskom, membuat hati kita tergerak” ungkap Alhaji.

Kini Rahama dan adiknya mendapatkan beasiswa untuk pendidikannya. Dan sekarang mereka sekolah di sekolah Islam modern.



0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution