Kamis, 06 September 2012

Hidup Perjalanan Menuju Mati

Mati adalah Awal Kehidupan

Hidup, mati, suka, dan duka adalah keniscayaan. Itulah lika-liku mengarungi kehidupan.  Mati adalah awal kehidupan. Dan, setiap awal pasti ada akhir, yaitu mati. 

Hidup adalah pangkal kematian. Karena hidup bergerak menuju kematian. Hidup adalah perjalanan menuju bersatunya raga dengan ibu pertiwi. Jadi, hidup dan mati, pasti datang silih berganti. 

Kematian diawali dengan kehidupan. Dan akhirnya kehidupan akan berakhir pada kematian. Dengan demikian tidak ada yang kekal dan abadi. Yang kekal adalah siklus hidup dan mati. Itulah hukum alam yang hakiki. Hukum yang mengikat setiap kehidupan dan kematian. 

Tidak ada mati jika tidak ada hidup. Dan tidak ada hidup yang berakhir pada mati. Oleh sebab itu, jangan takut mati. Karena kematian pasti akan datang. Jangan mencari mati. Karena kematian pasti akan menjemput.

Jika hidup perjalanan menuju mati, maka selama hidup, lebih baik memperbanyak kebaikan. Karena kebaikan pasti lebih dirasakan tinimbang kejahatan. Kebaikan akan melahirkan doa. Dan doa akan menggetarkan hati menuju kebahagiaan. 

Bersyukur diri dalam keadaan apapun dijadikan sebagai menu keseharian. Karena bersyukur tanda keikhlasan dan ketulusan. Mereka yang ikhlas niscaya menjalani hidup dengan gembira dan bahagia. Tidak ada tekanan, tidak ada tuntutan, selalu mencari kedamaian demi kebaikan bersama. 

Oleh karena itu dalam hidup harus tahu diri di mana dan untuk apa hidup. Bahwa hidup tidak bersendiri. Orang lain juga bagian dari hidup dan akan berakhir dengan mati. Sehingga untuk apa menyakiti orang lain yang pasti akan mati. Berbahagialah bersama mereka sehingga damai dalam kehidupan. 

Jika niat itu tulus, maka akan menghantarkan kepada kebebasan. Terbebas dari sifat keduniawian yang membelenggu. Semua akan lepas. Terlepas dari sifat-sifat iri dan dengki. 

Keterikatan memang bagian dari hidup dan mati. Untuk itu lepaskan ikatan itu, sehingga terlepas dari kepentingan yang terkadang menghalalkan segala cara.  Mulailah berpikir positif dengan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. 

Karena pikiran ini lebih banyak manfaat dinimbang mudaratnya. Jika semua itu dapat dilakoni, diyakini hidup akan senang dan mati pun tenang (putradnyana@gmail.com)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution