Senin, 11 April 2016

Memuliakan Orang Tua

Perlakukan Orang Tua Seperti Raja, Rezekimu Akan Mengalir

Orang tua adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Mereka yang membesarkan kita semenjak kita lahir hingga kita besar seperti sekarang ini. Maka dari itu sebenarnya sangat wajar kalau diantara rejeki yang kamu terima sekarang ada rejeki orang tuamu.

Cerita berikut ini sepertinya bisa membuat kita untuk lebih berterima kasih kepada orang tua kita. Terlebih lagi kalau mereka masih ada di dunia ini, paling tidak kita masih memiliki kesempatan untuk membahagiakan mereka.

Ini adalah kisah Ummu Hamid yang menjadikan orangtuanya sebagai seorang raja, dan ia memperoleh balasan dari Allah dengan diberikan rejeki seorang raja.


Kisah Ummu Hamid yang memuliakan orang tua

Saat itu Ummu Hamid pulang dengan penuh kecemasan. Bagaimana tidak, hari itu adalah hari jatuh tempo pembayaran cicilan rumah tempat tinggalnya. Ia sangat sadar kalau pendapatan suaminya sangat terbatas dan mungkin tidak menyanggupi tagihan rumah mereka. Uang yang harus dibayarkan memang hanya dua ratus ribu rupiah, tapi buat Ummu Hamid, nominal ini sangatlah besar. Ia tak bisa mengambil biaya dari anggaran lain karena hal yang lain ini lebih penting dan mendesak.

Ummu Hamid menunggu suami sembari menelepon sang Ibu. Ia memang sudah sering menelepon ibunya sejak kuliah. Saat menelepon, ternyata ia juga baru tahu bahwa dana bulanan untuk kedua orangtuanya juga belum ditunaikan. Memang selama ini dia ikut membayar pengeluaran air, listrik, dan keperluan orang tuanya lainnya. Akan tetapi Ummu Hamid merasa bahwa banyak pengeluaran tak terduga akhir-akhir ini. 

Tak lama kemudian Ummu Hamid sempat berpikir bahwa biar saudaranya saja yang menanggung, toh dia sudah berjasa selama ini. Setelah tahu bahwa pikiran itu salah, dia langsung mengucap istighfar dengan cepat. Setelah menelepon ibunya, tanpa pikir panjang lagi ia mentransfer sejumlah uang kepada sang ibu. Disinilah istilah jadikan orangtuamu raja maka rezekimu seperti raja terlihat. Saat kesulitan seperti ini pun, Ummu Hamid masih berpikir untuk memberi nominal lebih bagi sang ibu.

Setelah selesai mentransfer uang untuk sang ibu, Ummu Hamid menyempatkan untuk mengecek saldo rekeningnya. Ia sangat sedih karena nilai saldonya semakin berkurang, ia berpikir keras bagaimana ia mampu membayar cicilan rumah tempat tinggalnya sekarang ini. Ia sempat menyesal karena memenuhi kebutuhan ibunya, namun pikiran itu cepat cepat dihilangkan. Namun ia tidak dapat menampik perasaan cemas mengenai jatuh tempo cicilan rumahnya. Karena ia pasti akan kena denda yang cukup lumayan besar.

Rasa gelisah yang ia rasakan ini segera dihilangkan dengan berwudhu dan menunaikan shalat dua rakaat. Seusai salam, suaminya pun tiba di rumah. Keinginannya langsung menggebu-gebu untuk melaporkan hal tersebut kepada suami, tetapi sesuai ekspektasi ternyata Ummu Hamid berhasil menahan keinginan tersebut. Ia tahu bahwa suaminya pasti lelah setelah seharian bekerja, ia tak ingin menambah beban suaminya itu.

Tanpa diduga sebelumnya, ternyata sang suami pulang dengan membawa kabar gembira, seorang teman lama yang pernah berhutang dengan nominal yang cukup besar ternyata baru saja melunasi pinjamannya hari itu juga. Bahkan ketika ia sudah mulai melupakan pinjaman yang nominalnya tidak sedikit itu, Allah membukakan jalan dan memberikan Ummu Hamid rejeki seorang raja.

Ummu Hamid yang mendengar kabar gembira ini sontak berteriak Allahu Akbar. Yang lebih mengejutkan lagi, saat dia membuka amplop, ternyata nominalnya persis 200 kali lipat dari yang telah ia transfer kepada sang ibu.

Jadi, jangan pernah remehkan ridha orang tua. Rahasia kunci sukses rezeki manusia adalah manusia yang bisa memuliakan orangtuanya seperti raja. Semoga bisa menjadi percikan yang menghangatkan hati kita semua 



0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution