Kamis, 22 November 2012

Apapun Dari Allah Pasti Baik

Islam mengajarkan untuk berdo'a dengan berprasangka baik pada Allah 

Berprasangka baik atau husnudhon biasanya diterapkan pada sesama manusia. Konon kalo kita sering berprasangka buruk, dan itu memang sulit dihindari bila menghadapi orang yang fisiknya serem, maka kita akan mengalami gangguan jiwa yang disebut paranoid. Sebentar-bentar takut akan ada perampok, penculik, pemerkosa atau apalah. Jadi orang paranoid sama sekali tidak menyenangkan, tapi kenyataan ada orang seperti itu. Orang yang normal (dalam arti tidak bersikap paranoid) akan heran dengan sikap orang yang curiga berlebihan ini. Anehnya, dikasih tahu dengan cara apapun sulit menerima masukan. Biasanya memang mesti diterapi oleh pakar seperti psikolog, psikiater atau dengan cara hipnoterapi.
Berprasangka buruk pada sesama manusia dampaknya sudah begitu dahsyat, mengganggu kejiwaan, apalagi berprasangka buruk pada Allah. Sesungguhnya Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Banyak orang yang gagal untuk bisa berprasangka baik pada Allah, merasa doanya tidak dikabulkan akhirnya mereka berpaling ke dukun yang bisa mengabulkan keinginan secara instan. Walaupun keinginan orang yang minta pada dukun ini memang terkabul, tapi dia telah melakukan dosa paling besar yang disebut syirik atau menyekutukan Allah. Setiap muslim pasti tahu surat Al Fatehah, bahwa hanya pada Allah seharusnya manusia menyembah, dan hanya pada Allah manusia memohon pertolongan, apakah bila sudah meminta bantuan pada selain Allah masih berani menyebut dirinya muslim? Wallahu a'lam.

Karena itu selain berprasangka baik bahwa semua kejadian baik atau buruk yang menimpa kita adalah terbaik untuk kita, saat berdoa kita juga mesti berprasangka baik. Do'a akan didengar oleh Allah bila berprasangka baik pada Allah, bila kita tidak yakin Allah akan mendengar do'a kita, maka bisa jadi do'a kita juga tidak didengar oleh Allah. Bila sudah yakin do'a kita didengar oleh Allah, maka perlu kesabaran menunggu, tetap tenang dan mensyukuri karunia Allah yang kita dapatkan. Ada kemungkinan do'a itu akan langsung dikabulkan, diganti menjadi lebih baik, atau diberikan saat di akhirat. Walau dalam keadaan banyak ni'mat dan selalu bersyukur, tetaplah selalu berdo'a, karena do'a saat penuh syukur akan diberikan untuk menyelamatkan saat mendapat musibah. Tapi bagi manusia beriman, dalam keadaan dapat musibah ataupun mendapat kesenangan akan selalu berprasangka baik pada Allah. Karena tanpa Allah sebetulnya manusia bukan siapa-siapa, semua yang kita miliki semua karena kebaikan dari Allah. Laa haula walaa quwwaata illa billah, tidak ada daya upaya selain dari Allah semata.

Semoga kita termasuk golongan yang selalu berprasangka baik pada Allah, baik saat menerima kejadian baik atau buruk, juga berprasangka baik saat berdo'a. Karena prasangka baik pada Allah akan memberikan ketenangan pada hidup kita, dan kebahagiaan karena hati yang tenang itu tidak bisa dibeli dengan apapun. Tetap rajin berdo'a, tetap bersabar menanti hasilnya, dan siap menanti kejutan dari Allah karena walaupun do'a tidak dikabulkan sesuai harapan tapi tetap meyakini inilah ganti yang lebih baik dari Allah...

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

Allah 'azza wajalla berfirman: "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku, Aku akan bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku".(HR. Muslim)

Allah berfirman

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah : 186)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal." Para sahabat lantas mengatakan, "Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a." Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata," Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian". (HR. Ahmad)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

Jika salah seorang dari kalian berdoa hendaklah benar-benar mantap dalam mengharap, dan janganlah mengatakan; 'ALLAHUMMA IN SYI'TA FA'THINI (Ya Allah jika Engkau menghendaki maka berikanlah untukku), karena sesungguhnya Allah 'azza wajalla tidak ada yang bisa memaksa. (HR. Muslim)

Allah berfirman

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (QS. Al Fatehah : 5)

Allah berfirman

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS. At Taubah : 103)
 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution