Kamis, 22 November 2012

Cermin Diri Kita Adalah Teman

Teman itu Cermin Diri


Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai makhluk sosial manusia tak akan bisa lepas dengan interaksi sesamanya. Dari aktifitas interaksi tersebut, terciptalah sebuah hubungan sosial yakni pertemanan dan atau persahabatan.

Sebagai seorang muslim, tentunya dalam berteman memiliki kaidah penting yang akan mempengaruhi kehidupan kita. Teman biasanya menjadi orang terdekat kita setelah keluarga dalam aktifitas kita. Teman juga menjadi partner paling asik untuk sama-sama saling mendukung untuk mencapai sesuatu.


Nah, teman juga ikut andil dalam mempengaruhi pola fikir, perilaku, dan gaya hidup kita. Karenanya, berhati-hatilah dalam memilih teman sepergaulan. Fenomena tawuran yang mengakibatkan kematian remaja setaraf SMP SMA baru-baru ini adalah wujud dari sebuah pertemanan yang kurang benar. Mereka saling berteman karena untuk melakukan hal-hal yang merugikan kepentingan umum bahkan justru merugikan diri sendiri. Akibat salah memilih teman, betapa banyaknya korban-korban berjatuhan seperti narkoba, minum minuman keras, ganja, sex bebas, dll. Naudzubillah..

Mari kita simak beberapa perkataan Sahabat dan hadist rosulullah tentang hubungan pertemanan. Teman itu, mencerminkan siapa diri kita.

“Jangan engkau tanya tentang seseorang, tanyalah tentang temannya, karena setiap orang itu akan meneladani temannya.” (Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu).

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Seseorang itu menurut agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927).

Dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)

“ah, lu jangan pilih-pilih teman lu, nggak baik”. Kadang kita sering mendengar pernyataan ini dari suara teman-teman lain.

Kawan, hidup hanya sekali, dan Allah memberikan kebebasan bagi kita untuk memilihnya, berteman dengan orang-orang shalih lagi berilmu, atau berteman dengan mereka yang berbuat sia-sia bahkan maksiat dariNya. Memilih teman untuk saling menguatkan dalam ketaqwaan itu wajib, tapi jangan juga menjauhi sama sekali teman-teman kita yang masih dalam tanda kutip ‘butuh diarahkan’. Justru merekalah ladang amal (objek dakwah) kita kawan, untuk membantu mereka agar kembali ke jalan yang sesuai tuntunan agama kita. Islam. 

Selamat memilih teman, dan memilih ladang amal, bersabar dan berhati-hatilah dalam membersamainya.

 Salam Semangat !

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution