Selasa, 27 November 2012

Penyakit Ujub Dalam Hati Kita

Mewaspadai Penyakit Ujub Dalam Hati

Ujub adalah merupakan salah satu penyakit hati yang dapat membahayakan, merusak, dan bahkan dapat membinasakan amal ibadah seseorang, karena penyakit ujub adalah termasuk perbuatan syirik , yaitu syirik yang tersembunyi sehingga seseorang yang terjangkit dalam hatinya penyakit ujub ini tidak merasakan sama sekali. Bahwasanya ujub adalah penyakit yang dapat menghilangkan pahala , karena dinilai tidak sungguh-sungguh atau ikhlas dalam beribadah kepada Allah swt.


Seseorang yang terjangkit penyakit ujub dalam hatinya, biasanya ia merasa bangga atas segala amal ibadahnya, kagum akan ilmunya, serta merasa hebat dalam hatinya. Penyakit ini adalah suatu penyakit yang tujuannya untuk memperlihatkan amal ibadah dalam bentuk sombong dan membesarkan dirinya sendiri dari manusia serta memperbanyak amalan tersebut. Dalam kitab Melepaskan Diri Dari Bahaya Syirik karya KH. Muhamman Zein Syukri disebutkan, bahwa Ujub adalah membanggakan kehebatan diri dan kehebatan amal ibadatnya. Sifat seperti ini, disamping berakibat buruk terhadap hablumminallah dan hablumminannas, juga berakibat buruk terhadap dirinya sendiri. Ia bersikap seperti katak dalam tempurung.

Ujub menjadi titik kelemahan manusia yang menyangka dirinya sudah berada dalam derajat takwa. Merasa sudah melaksanakan kewajiban yang dibebankan kepadanya, padahal selain berbangga diri dari perbuatan dosa (fasiq) yang dilakukan oleh seseorang. Ini adalah penyakit yang sangat halus tetapi sungguh membahayakan, karena dapat menghilangkan atau menghanguskan semua amalan dan pahala yang disebabkan oleh penyakit ini dan termasuk didalamnya adalah penyakit sum'ah dan riya'. Tentang penyakit ujub ini, Rasulullah saw. berkata : "Tiga hal yang membinasakan yaitu sifat bakhil, nafsu yang dituruti dan seorang ujub (bangga diri) dengan dirinya."

Sahabat Ibnu Mas'ud r.a mengatakan : "Kehancuran dan kebinasaan itu terjadi di dua perkara, putus asa dan ujub." Muthorrif Ibn Abdillah berkata, "Sungguh saya lebih suka tidur di malam hari dan paginya menyesal daripada sholat malam sedang paginya ujub."

Dengan segala tipu dayanya, setan senantiasa mencari celah di hati seseorang yang lengah dan berusaha untuk menundukkan ketakwaan seseorang dengan tipu muslihatnya. Pertama melalui dosa besar, seperti zina, durhaka kepada kedua orang tua, dsb. Jika perangkap ini tidak berhasil, maka setan akan mencari jalan lain yaitu menumbuhkan benih-benih ketakjuban dalam hati sehingga lalai atas segala karunia Allah dan merasa takjub akan dirinya sendiri, yaitu penyakit ujub, sum'ah, dan riya' yang akan membawa manusia itu syirik kepada Allah SWT. Maka barangsiapa yang didalam hatinya terdapat ujub, yaitu mensekutukan Allah dengan dirinya sendiri dalam beribadah. Ia akan binasa dan akan mendapat murka dari Allah serta putuslah penjagaan Allah kepadanya dan bersandar kepada dirinya sendiri. Sungguh orang yang ujub itu mengira mereka termasuk hamba yang ikhlas dalam beramal , tetapi tidaklah demikian seorang yang dalam ibadahnya bercampur dengan ujub, termasuk orang-orang yang fasiq.

  • Hubungan Ujub, Riya' dan Sum'ah

  • Ujub adalah membanggakan kehebatan diri dan kehebatan amal ibadahnya. Ujub adalah temannya riya'. Riya' adalah perbuatan yang memperlihatkan amal ibadah kepada orang lain (pamer) dengan maksud supaya memperoleh pujian, kedudukan, harta dan lain-lain. Sedangkan Sum'ah adalah menceritakan amal ibadahnya kepada orang lain dengan maksud untuk dipuji. Orang seperti ini biasanya menceritakan kekhusukan sholatnya, ketahanan puasanya, keaktifannya berzakat dan bersedekahnya. Semua amal ibadah yang dilakukannya bukan semata-mata ikhlas karena Allah, tetapi hanya sekedar mendapat pujian dari orang lain.

  • Sifat yang ada dalam ujub :

  • Buta dengan dosa yang telah ia lakukan.
  • Menganggap kecil dosa yang banyak.
  • Buta dengan kesalahan-kesalahannya.
  • Perkataannya bukan kebenaran.
  • Menimbulkan sombong dan bangga terhadap dirinya sendiri.
  • Menipu Allah swt. yang ditunjukkan dengan amal dan ilmunya sampai seakan-akan ia adalah orang yang mendapat karunia Allah.

  • Sebab-Sebab Ujub

    1. Bodoh dengan hak Allah ta'ala, tidak adanya pengagungan kepada Allah dengan sebenarnya.

    2. Sedikit pengetahuannya tentang nama dan sifat Allah.

    3. Lalai dengan hakekat dirinya, sedikit ilmunya tentang mengenal diri, lalai dengan muhasabah dirinya, serta lalai dari pengawasan Allah.

     
    Wallahualam bishawab.
     

     

    0 komentar:

    Poskan Komentar

     
    Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution