Kamis, 22 November 2012

Jaga Lisan dan Hati Dengan Istiqomah

 ISTIQOMAH

“Sesungguhnya orang-orang yang menyatakan ” Tuhan kami adalah Allah ” kemudian mereka istiqomah maka para malaikat akan turun kepada mereka ” Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” 

 
Penjelasan Istiqomah menurut etimotogi bahasa adalah sedang-sedang atau tengah-tengah. Menurut terminologi syara` adalah menetapi jalan yang benar dengan menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya baik dhohir maupun bathin . Beberapa sahabat Nabi SAW pernah ditanya tentang istiqomah dan jawaban mereka berbeda-beda. 

Abu Bakar Ash-Shidiq menyatakan istiqomah adalah Anda tidak menyekutukan Allah SWT sama sekali. Umar bin Khattab menyatakan istiqomah adalah engkau menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya dan tidak bersikap seperti musang. 

Ustman bin Affan berpendapat istiqomah itu ya ikhlas. Sedangkan Ali bin Abi Thalib mengatakan istiqomah itu mengerjakan kewajiban-kewajiban. Sementara sebagian para `ulama berkesimpulan bahwa istiqomah itu terbagai kepada tiga hal yaitu ;
    Istiqomah dalam ucapan berarti menjaga lisan sesuai dengan ketentuan syahadat.
    Istiqomah dalam hati berupa kejujuran kemauan dalam kalbu.
Kejujuran dalam raga berupa menjalankan ibadah dan ketaatan. Iman manusia itu terdapat gradasi naik-turun. Manakala iman seseorang naik maka amal sholehnya akan banyak. Tapi sebaliknya bila iman sedang turun maka timbul rasa malas untuk beramal shaleh. Untuk itu kita perlu istiqomah agar menjaga iman ini selalu stabil dalam amal sholeh. Hal ini membutuhkan beberapa perangkat ;
    Kita perlu untuk menjaga kesholehan kita baik dhahir maupun bathin karena kita hidup untuk diuji dan mati sewaktu-waktu akan menghampiri kita sehingga kita perlu persiapan selalu.
    Kita harus menetapi keyakinan yang benar berdasarkan ajaran Rasulullah SAW dan salaf sholeh yang disebut dengan ahlissunnah wal jamaah.
    Kita perlu selalu bersikap moderat sesuai dengan ajaran Islam tidak ekstrim dan tidak pula kendor.
    Kita harus berpakaian dengan akhlak mulia yang diajartkan oleh Al Qur`an dan dicontohkan Rasulullah SAW .
Kita perlu pendamping atau kawan yang sholeh agar selalu mengingatkan kita kalau pada suatu saat kita teledor. 
 
Semoga kita selalu istiqomah dijalan Allah SWT dengan mempraktekkan Islam dalam kehidupan kita. 

Wallahu `Alam. 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution