Senin, 04 Februari 2013

Rezeki Itu Titipan

( HIKMAH ) KARUNIA UNTUK KESEMPURNAAN

Apa yang menjadi jatah rejeki kita, pasti akan sampai kepada kita dengan cara dan jalan yang dikehendaki-Nya. Dan apa yang bukan menjadi jatah rejeki kita, tak akan menyapa kita walapun kita mengejarnya dengan perasan keringat. Dan apa yang bukan jatah rejeki kita, akan berpindah ke tangan orang lain walaupun telah berada di genggaman kita

Rejeki yang telah sampai ke tangan kita, pada hakikatnya merupakan titipan Allah swt. Yang Dia bisa menambah, mengurangi atau mengambilkannya kapan Dia kehendaki. Untuk itu semestinya kita salurkan sesuai dengan aturan dan kehendak-Nya

Ketika Allah SWT meminta pinjaman yang baik sedekah kepada kita, maka tidak ada alasan bagi kita untuk menolaknya. Terlebih Dia akan mengembangkan harta kita di akherat sana, dengan kelipatan 700 % keuntungan dan bahkan kelipatan yang tak terhitung

Allah SWT Berfirman artinya:
 

Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir menumbuhkan seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (Al Baqarah: 261)

Tiada sejarahnya, orang yang banyak sedekah lalu ia jatuh miskin. Tiada ceritanya orang yang banyak sedekah, hidupnya dililit masalah dan persoalan hidup.

Kalaupun ada, jelas itu sebagai ujian dari-Nya, tetapi banyak yang tidak faham karena picik, terlalu memuja duniawi bukan Allahnya, dan ini perlu diketahui bahwa :

Hakikat semua ujian yang pasti untuk menyempurnakan sedekah dan amal kita yg lain. Menyempurnakan ketidak ikhlasan kita, mungkin saja suka menyebut pemberian dan kurang tulusnya dalam sedekahnya atau terlalu banyak berhitung-hitung dulu baru sedekah, komplain ke Allah padahal bagaimana bisa kita sbg hamba-Nya yg lemah ?

Dan kenalilah hakikat ujian itu berfungsi menutupi kesalahan, yang terluput, terlupa, dan kesemuanya untuk kebaikan kita, sempurnanya amal membuat karakter yang redho. Inilah perlunya sikap menyerahkan urusan sepenuhnya ke Allah SWT bila sudah maksimal berupaya, beramal, dan berdoa, maksimalnye kudu diduluin, unjukin dulu keyakinan dan perbuatan baik ke Allah, karena hanya Allah sajalah yg maha tahu kebaikan untuk kita. Hanya Allah saja, yg paling faham diri kita.

Renungkanlah apakah kita sendiri yang menciptakan anak anak kita? Apakah kita sendiri yang kemudian menyediakan rezeki atas keluarga kalian? Lalu kenapa begitu kikir kepada Allah Rabbul Alamin? Kita kikir kepada Sang Maha Raja Pencipta dan Penguasa terhadap apa apa yang sesungguhnya adalah milikNya yang dipinjamkan Nya kepada kita, sementara kita meyakini dan telah membuktikan bahwa Dia tidak pernah kikir dalam menjamin rezeki dan penghidupan kita. Tidaklah setiap jiwa akan menemui kematian hingga tergenapilah seluruh takdir atas hidupnya dan atas kadar rezekinya
By. Yusuf Mansur Network

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution