Selasa, 15 Januari 2013

Hidup Itu Harus Dihadapi Apa Adanya

Hadapilah Hidup Apa Adanya

Rasulullah bersabda: “Siapa yang berada di waktu pagi dalam keadaan aman di tempatnya, sehat tubuhnya, punya tenaga untuk bekerja pada hari itu, maka seolah-olah ia memiliki dunia dan seluruh isinya.” Apabila kita mempunyai hati yang lapang maka kita dan milyuner adalah sama.


Sesungguhnya kehidupan itu adalah dalam batas hari ini saja. Bahwasanya kehidupan dalam batas satu hari tidak berarti mengabaikan kehidupan mendatang secara keseluruhan. Atau meninggalkan persiapan kearah masa depan. Karena sesungguhnya memperhatikan dan memikirkan masa depan adalah hal yang wajar dan lumrah. Ada perbedaan antara memperhatikan masa depan dan hanyut di dalamnya, mempersiapkannya, dengan sibuk memikirkan hari ini dan mempersiapkan hari esok yang dapat bermanfaat di masa depan.

Maka, jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang ada. Jangan larut dalam khayalan dan jangan pernah menerawang ke dalam imajinasi. Hadapi kehidupan ini apa adanya, kendalikan jiwa kita untuk dapat menerima dan menikmatinya. Bagaimanapun, tidak mungkin semua teman tulus kepada kita dan semua perkara sempurna di mata kita. Bahkan istri kita pun tak akan pernah sempurna di mata kita. “Janganlah seorang mukmin mencela seorang mukminah (istrinya), sebab jika ia tidak suka pada salah satu kebiasaannya maka dia bisa menerima kebiasaan yang lainnya.”

Kita harus dapat melupakan kenangan pahit masa lalu dan menyadari bahwa sibuk memikirkan masa lalu adalah usaha yang sia-sia, mustahil dan bodoh. Di samping itu kita juga tidak boleh terlalu merisaukan masa depan. Namun demikian kita harus mempersiapkan diri untuk menyonsong hari depan. Kebaikan, keburukan, penyakit, musibah, yang akan terjadi dimasa mendatang, tidak di ketahui oleh seorang pun, semuanya berada di tangan Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, bukan di tangan manusia. Kita hanya di haruskan untuk berusaha menggapai kebaikan dan menghindari keburukan. Karena itu, setiap manusia harus mempunyai keyakinan kuat bahwa berkat pertolongan-Nya ia akan terhindar dari kekacauan dan meraih cerahnya masa depan. Sehingga dalam menjalani hidup ini, hatinya di penuhi dengan rasa tenanga dan jauh dari rasa sedih dan gundah hati.

Pada dasarnya mengejar sesuatu yang belum waktunya merupakan tindakan bodoh. Karena hanya akan menimbulkan was-was dan praduga yang tidak-tidak. Sebaliknya seseorang harus mengisi hari-harinya (masa sekaranmg) dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat, bukan hanya terpaku memikirkan masa depan yang memang menjadi rahasia Tuhan. Mulailah hidup baru bersama hari yang baru, tinggalkan masa depan yang belum pasti dan tidak menyibukkan pikirannya dalam memanjangkan angan-angan di masa yanga akan datang.

Allah menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya dua hal yang saling berlawanana, dua jenis yang saling bertolak belakang, dua kubu yang saling berseberangan dan dua pendapat yang saling bertentangan. Yakni yang baik dengan yang buruk, kebaikan dan kerusakan, kebahagiaan dan kesedihan. Dan setelah itu, Allah akan mengumpulkan semua yang baik, kebagusan dan kebahagiaan itu di surge. Adapun yang buruk, kerusakan dan kesedihan akan di kumpulkan di neraka. “Dunia ini terlaknat, dan terlaknat semua yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan semua yang berkaitan dengannya, seorang yang alim dan seorang yang belajar.”

Pada setiap yang buruk dan tidak kita sukai, maka dari itu, padamkanlah panasnya keburukan pada setiap hal itu dengan dinginnya kebaikan yang ada padanya. Itu kalau kita mau selamat dengan adil dan bijaksana. Karena, betapapun setiap luka ada harganya. by. blogsakinah

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution