Senin, 13 Mei 2013

Cara Melakukan Sholat Taubat Nasuha

Taubat Nasuha Dan Cara Melakukan Sholat Taubat 
 
Sebanyak apapun dosa seorang hamba, ampunan Allah masih lebih luas. Dan dalam Islam seluas-luas pintu adalah pintu taubat. Allah SWT tidak akan jemu untuk mengampuni hambaNya selagi hambNya percaya bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan Yang Maha Mengampuni hambaNya.
Pasti banyak diantara kita yang pernah melakukan dosa. Bahkan dosa besar. Dan di antara kita juga, mungkin banyak yang ingin bertobat namun tidak tahu ke mana arah untuk mencari petunjuk. Bagaimana cara bertaubat juga tidak tahu. Mendekatlah dengan orang-orang saleh, jagalah shalat, dan bacalah Al-Quran.



Allah swt selalu memerintahkan kita supaya bertaubat, sebagaimana firman-Nya yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya (nasuha)." (At-Tahrim: 8.)
Allah telah membuka pintu harapan kepada hamba-hambaNya: "Katakanlah; wahai hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. "(Az-Zumar: 53)
Orang yang benar-benar mau bertaubat, harus memenuhi syarat taubat:
1. Ikhlas ingin bertobat
2. Tidak akan mengulangi perbuatan dosa itu lagi
3. Menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan
4. Harus memiliki tekad di dalam hati tidak akan melakukan dosa itu untuk selama-lamanya
5. Dikerjakan sebelum ajal tiba
Jika salah satu syarat tidak dipenuhi, maka taubat yang dilakukan itu tidaklah sah. Jika dosanya itu berkaitan dengan manusia yang lain, maka syaratnya ditambah lagi, yaitu harus dapat membebaskan diri dari hak orang yang terkait. Contohnya jika hal itu berbentuk harta, harus dikembalikan. Jika berbentuk hukuman, ia harus menyerahkan diri mohon dimaafkan. Jika hal itu berupa cacian dan sebagainya, maka ia harus memohon keredhaannya.
Waktu melakukan taubat:
Taubat tidak bisa diundur-undur atau ditunda. Karena jika demikian ia sangat berbahaya bagi hati manusia. Jika tidak segera menyucikan diri sedikit demi sedikit, maka pengaruh dosa itu akan bertumpuk-tumpuk, dan akhirnya akan merusak hati sehingga tertutup dari cahaya kebenaran.
Di antara penyebab yang akan membangkitkan jiwa bertaubat seseorang itu adalah jiwa yang selalu mengingati hari kematian dan hidup sendirian di dalam kubur. Kata-kata mati adalah sesuatu yang sangat menakutkan kebanyakan manusia. Kematian berarti berpisah dengan segala yang disayangi atau dicintai. Hari terputusnya segala nikmat. Sedangkan berpisah sebentar saja dengan anak atau istri, dapat mengalirkan air mata kesedihan, apa lagi berpisah untuk selamanya
Firman Allah: "Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula." (Az-Zumar: 30)
Di samping mengingat tentang azab penderitaan yang bakal dihadapi oleh orang-orang yang berdosa mengingat kenikmatan syurga yang bakal ditempati oleh orang-orang yang soleh juga akan dapat membangkitkan keinginan jiwa untuk melakukan taubat dengan segera.
Melaksanakan shalat taubat:
Melaksanakan shalat taubat ini sama dengan shalat biasa, yaitu setelah berwudhu dengan sempurna, lalu berdiri di tempat yang suci, menghadap kiblat;
1. Sholat taubat dillakukan secepatnya setelah seseorang melakukan dosa. Atau ketika ada sudah ada kesadaran dalam hati tentang perbuatan dosanya. Jangan ditunda-tunda. Sebaiknya dilakukan pada 2/3 malam (pukul 2 pagi ke atas), saat Qiyamullail
 
 
2. Lafadz niat: "Aku niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala./
 
  أصلّي سنّة  التوبة  ركعتين لله تعالى" (Cukup di dalam hati, ada perdebatan ulama 'tentang 
 
lafaz niat dlm ibadah - )
 
 
3. Rakaat pertama membaca (disunatkan membaca doa Iftitah) kemudian surah Al-Fatihah. Setelah itu bisa membaca surat apa saja surat dalam al-Quran.
 
 
4. Rakaat kedua membaca surah Al-Fatihah. Setelah itu membaca surat apa saja dalam al-Quran.
 
 
5. Saat sujud akhir rakaat kedua, ucapkanlah Doa Nabi Yunus sebanyak 40 kali (bersungguh-sungguh di dalam hati memohon keampunan dari Allah Ta'ala),
 

لَاإِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظّالِمِيْنَ

 
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau Ya Allah, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. "
 
 
6. Setelah salam, perbanyakkan istighfar.
 
 
7. dan berdoa dengan doa Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)
 

اللهُمّ أَنْتَ رَبِّى. لاَإِلهَ إلاّ أنْتَ خَلَقْتَنِى وأنا عَبْدُكَ وأنا على عهدِك وَوَعدِك مااستطَعْتُ. أعوذبك مِنْ شرّ ما صَنَعْتُ. أبوؤ لك بنعمتك عليّ. وأَبُوْؤُ بِذَنْبِي فاغفِرْلي فإنّه لاَ يَغْفِرُ الذنوبَ إلّا أنت.


Artinya: "Ya, Allah Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku. Sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di dalam genggaman-Mu dan di dalam perjanjian (beriman dan taat) kepada-Mu sekuat mampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah ku lakukan. Aku mengakui atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepada ku dan aku mengaku segala dosaku. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni segala dosa kecuali Engkau. "
 
 
8. Kemudian bisa juga berdoa sesuai luahan hati dan munajat masing-masing ke hadirat  Allah SWT.
 
 

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution