Senin, 03 Agustus 2015

Kemenangan Haqiqi


Menggapai Kemenangan Haqiqi


Allahu Akbar 3x

Alhamdulillah, Puja dan puji syukur tak terhingga, kita panjatkan ke hadirat Allah Swt., Allah telah memanjangkan usia kita, hingga sampai di Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.

Salawat dan salam kita sanjungkan ke penghulu para nabi, sang penyempurna akhlak, penerjang kemusyrikan, penghapus kedzoliman, pembawa kedamaian, rahmatan lil alamin, Beliau Nabi Kita Muhammad Saw., sang pemberi syafaat bagi umatnya yang taat.

Allahu Akbar 3x

Idul Fitri telah tiba, disambut dengan gegap gempitanya suara takbir berkumandang dari setiap corong rumah Allah, Masjid-masjid dan Musholla yang melukiskan keagungan sang Maha Pencipta Alam Semesta, yaitu Allah Swt.

Panji-panji kemenangan telah tiba, dibarengi rasa syukur, karena telah usai menunaikan jihad besar yaitu memerangi hawa nafsu dan gejolak biologis selama puasa Ramadhan.

Allahu Akbar 3x

Malam Idul Fitri disambut oleh segenap umat bertauhid di seluruh belahan dunia termasuk di kampong kita.

1.  Remaja putra semangat bertakbir di Masjid-masjid dan Musholla

2.  Sementara remaja putri, asyik membantu sang bunda, memasak hidangan istimewa.

3.  Sementara itu pula, panitia Zakat Masjid-masjid dan Musholla sibuk melayani umat beriman  berzakat fitrah, sebagai penebus dan penyempurna shaum Ramadhan, Sabda Nabi Saw. “Zakat fitrah adalah pembersih jiwa bagi yang berpuasa dan kegembiraan bagi fakir miskin”


Allahu Akbar 3x

Rasulullah Saw. Bersabda : “Tidaklah sempurna iman seseorang, bila belum mencintai dan menyayangi saudaranya, sebagaimana mencintai dan menyayangi diri sendiri”.

Zakat fitrah sebagai pengikat dalam rasa kepedulian, kebersamaan terhadap para yatim dan fakir miskin. Terlalu sering kesusahan dideritanya, tungku jarang berasap, karena tidak ada makanan untuk dimasak, piring sering beradu dengan sendok, karena memang tidak ada yang memperdulikannya, kepada siapa mereka mengadu, sedang kitapun acuh tak mau tahu.

Allahu Akbar 3x

Bagi siapa yang memperhatikan dan menyayangi mereka para yatim dan fakir miskin, maka akan mendapatkan 2 kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak :


I  Kebahagiaan di dunia mereka akan dikasihi dan disayangi oleh para penghuni langit yaitu para malaikat Allah yang senantiasa berdo’a memohon kebaikan dan kebahagiaan bagi hamba-hamba pengasih dan penyayang di muka bumi.


II  Kebahagiaan di akhirat mereka akan mendapatkan kasih dan saying dan naungan dari Allah, dimana umat yang lain diterlantarkan, tidak mendapatkan kasih saying dan naungan dari Sang Maha Rahman Rahim yaitu Allah Swt.

 Allahu Akbar 3x

Marilah kita isi ruang-ruang Idul Fitri tahun ini, dengan amalan-amalan yang baik, berkualitas dan bermanfaat.

Kita doakan saudara-saudara kita yang sedang sakit, semoga diangkat penyakitnya oleh Allah, diberi kesabaran dan ketabahan hidup. “Bersabarlah saat menerima cobaan dan musibah”, “Dan janganlah berputus asa dengan Rahmat Allah.”

Kita do’akan saudara-saudara kita yang telah berpulang ke Rahmatullah, yang tak sampai usianya pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini, Semoga diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya dan ditempatkan yang layak di sisiNya.

Kita do’akan pula, saudara-saudara kita seiman dan seaqidah yang sedang menerima ujian dan musibah dari Allah, akibat peperangan, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran, dll. Semoga diberi kesabaran dan ketabahan didalam menjalaninya dan semoga mendapat sosuli yang terbaik.

Allahu Akbar 3x

Jadikanlah Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini sebagai momen untuk perubahan, perbaikan dan kemajuan pada aspek keimanan, kualitas ibadah dan hidup bermasyarakat yang penuh dengan cinta, kasih saying dan klebersamaan.

Mari kita rayakan Idul Fitri dengan penuh khidmat dan bersahaja. Jangan sampai kita merayakan hari kemenangan dan kesucian ini dengan foya-foya, hura-hura dan melampui batas.

Kita jaga kemenangan dan kesucian ini, jangan sampai ternodai oleh perubahan-perubahan tercela dan dosa.

Allahu Akbar 3x


Apa sebabnya, kita tidak boleh terlalu bebas merayakan Idul Fitri, Ingat…ingat…saudaraku, bahwa kita selalu dibuntuti dan dimata-matai oleh iblis alias setan, selama Ramadhan, mereka dibelnggu oleh Allah Swt, namun kini mereka bersuka cita kembali karena tiba saatnya yang dinanti-nanti dan ditunggu-tunggu, di Hari Raya ini mereka dibebaskan kembali oleh Allah, dengan membawa segudang kebencian dan rasa dendam pada kita, umat yang telah berpuasa dan diampuni dosa-dosanya oleh Allah Swt.

Dendam kebencian iblis berkobar-kobar itu digambarkan dalam hadits nabi sebagai berikut:

“Sesungguhnya raja iblis selalu berteriak-teriak murka, di hari raya idul fitri ini akibat teriaknya itu, balad tentaranya berkumpul dan berkata : “Wahai rajaku, apa gerangan yang menyebabkan engkau berteriak-teriak marah”. Jawab Raja Iblis : ‘Sesungguhnya pada hari ini, Allah telah mempunyai dosa-dosa umat manusia yang berpuasa”. Kemudian balad tentara iblis berkata :”Jadi, apa tugas kami wahai paduka?”. “Maka tugas kalian adalah, menyibukan dan menyesatkan manusia yang telah diampuni dosanya, oleh Allah hari ini, dengan bujuk rayu dan segala macam kenikmatan serta mengumbar hawa nafsu dengan minuman-minuman yang memabukkan”.

Allahu Akbar 3x

Itulah saudara-saudaraku yang menyebabkan kita harus berhati-hati di hari raya Idul Fitri ini, karena setan selalu membuntuti kemana kita melangkahkan kaki, agar terjerumus dan berbuat dosa kembali, itulah jebakan dan tipu daya iblis di hari raya Idul Fitri . Di akhir hadits tersebut, 
Nabi berpesan :

“Berhati-hatilah dan bersungguh-sungguhlah kalian di hari raya Idul Fitri dengan melaksanakan sedekah, beramal baik, mendirikan sholat, menunaikan zakat, bertasbih dan bertahlil selalu pada Allah”.

Allahu Akbar 3x

Ketahuilah, bahwa Idul Fitri bukanlah ajang pelampiasan dan aji mumpung dari segala keinginan, selama Ramadhan tak tersampaikan dan merasa terkekang.

Namun hakekat Idul Fitri adalah kembalinya kemenangan dan kesucian seseorang manusia.

-    Menang, karena telah mengekang hawa nafsu selama bulan Ramadhan.


-  Suci, karena sebab puasa, maka Allah telah mengampuni dosa-dosanya, hamba-hamba yang berpuasa.

Allahu Akbar 3x

Jadi, hakekat Idul Fitri, bukanlah terletak pada mewah atau sederhananya makanan yang dihidangkan, bukan pula pada pakaian baru atau lama yang kita kenakan.

Rasulullah Saw. Bersabda: “Bukanlah yang dimaksud Idul Fitri itu berpakaian serba bagus, tapi yang dimaksud Idul Fitri adalah bertambahnya Iman dan Takwa seseorang pada Allah”.

Allahu Akbar 3x

Marilah kita rayakan Idul  Fitri dengan tetap menjaga iman, karena kegembiraan Idul Fitri adalah rangkaian ibadah dan amalan-amalan baik sebagimana dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

I   Yaitu merayakan Idul Fitri dengan memohonkan ampun pada Allah atas dosa-dosa dan maksiat yang kita lakukan setahun yang lalu.


Idul Fitri cermin 2 wajah dan suasana :


1.    Wajah dan suasana kegembiraan dan kebahagiaan, karena telah usai berpuasa

2.  Wajah dan suasana kekecewaan dan penyesalan Karena telah melakukan  dosa-dosa dan kemaksiatan.


II   Yaitu merayakan Idul Fitri hendaknya dijadikan momentum untuk “Self Correction”. Ibda’ Binafsih, yaitu mengoreksi diri terhadap perilaku kita dengan sesame manusia. Kebaikankah yang menonjol atau keburukannya.


III  Yaitu merayakan Idul Fitri hendaknya dijadikan saat untuk menghilangkan rasa benci, dendam dan permusuhan diantara kita.

IV   Yaitu merayakan Idul Fitri hendaknya dijadikan suasana kebersamaan untuk menolong saudara kita, yang teraniaya dan lemah. “Teraniyaya karena di dzolimi oleh orang-orang biadab tak beradab dan lemah, karena penyakit yang diderita tak kunjung sembuh”. Mari kita tolong dan bantu sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.


V   Yaitu merayakan suasana Idul Fitri dengan saling bersilaturahmi dan saling mengunjungi saudara dan keluarga terdekat. Yang makin hari makin jauh dan terasing, disebabkan jarak yang jauh, kesibukan rutinitas dan perbedaan status ekonomi, Dengan hari raya ini menjadi lebih dekat, hangat dan bersahaja.

VI.   Yaitu merayakan Idul Fitri diiringi dengan menabur rasa kasih saying dan welas asih kepada para yatim dan faikir miskin. Mereka adalah saudara-saudara kita seiman dan seaqidah.

Allahu Akbar 3x

Itulah rangkaian hari raya Idul Fitri yang Rasulullah Saw contohkan pada kita. Semoga kita termasuk umat yang berfigur dan mensuritauladani kehidupan Rasulullah Saw. Termasuk bagaimana cara berhari raya Idul Fitri yang baik dan benar.

Allahu Akbar 3x

Bahwa Idul Fitri yang kita rayakan ini, adalah kemenangan kecil dan belum sempurna, karena masih banyak tantangan dan godaan yang berat menghadang kita yaitu bujuk rayu setan di hari-hari sebelas bulan kedepan.

Adapun kemenangan yang hakiki dan sempurna, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Saw. : “Bahwa, ada lima kemenangan haikiki bagi orang-orang beriman”.

Kemenangan 1 :”Yaitu bila hari-hari yang dilewati oleh orang-orang beriman dan Allah tidak mencatatkan atas dosanya”. Maksudnya orang-orang yang beriman harus mampu menjaga hari-hari yang dilewatinya untuk berbuat dosa dan maksiat.

Kemenangan 2 : “Yaitu suatu hari, saat kita meninggal dunia dengan membawa iman, syahadat dan selamat dari tipu daya setan”.  Maksudnya adalah bahwa saat-saat sakaratul maut tiba. Itu adalah perjuangan terakhir dan terberat dari tipu daya setan. Bila kita mampu mengucapkan kalimat tauhid “Allah atau “Laa ilaahaa illallah” maka kita akan selamat. Bila tidak, maka akan celaka. “Dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan beriman”.

Kemenangan 3 : “Yaitu jika suatu hari nanti, kita akan melewati titian/jembatan sirotol mustaqim, dengan rasa aman dari huru-hara hari kiamat”.

Kemenangan 4 : “Yaitu suatu hari nanti, bila kita akan masuk surge dengan aman dari dasyatnya jilatan api neraka”. Maksudnya, bila suatu ketika kita masuk surge tanpa hisab.

Kemenangan 5  :”Yaitu bila suatu hari nanti, kita akan berjumpa dengan Allah Swt.”

Itulah hari raya terbesar, kemenangan terbesar, hakiki dan sempurna. Itulah rangkaian hakekat Idul Fitri yang sebenarnya.

Namun tidaklah mengurangi rasa gembira dan syukur kepada Allah, karena telah mampu melewati suatu tahap yaitu hari-hari penuh tantangan dan godaan selama puasa Ramadhan. Semoga kemenangan dan kecusian ini, akan mampu mengawal perjalanan kita sebelas bulan kedepan.

Allahu Akbar 3x

Pada akhirnya, rasa syukur dan sabarlah yang menjadi kunci kebahagiaan kita di hari Raya Idul Fitri ini.

Di sisa-sisa usia kita, selagi masih diberi kesempatan hidup, mari kita memanfaatkan untuk meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah. Kualitas ibadah dan kualitas amal yang bermanfaat sebagai bekal di kemudian hari.

Sebab kematian kita telah dating, sesuatu yang kita bangga-banggakan tidak akan mampu member pertolongan untuk mencegah datangnya kematian:

-          Istri yang cantik atau suami ganteng yang disayang

-          Harta yang ditumpuk-tumpik berupa kontrakan atau yang disimpan di Bank

-          Pangkat dan Jabatan yang disanjung-sanjung dan dibanggakan

-          Rumah megah, kendaraan mewah yang membuat hati jadi pangah
Semua itu tak berarti dan tidak berguna bila kematian telah dating, hanya sehelai kain kafan putih yang melekat di badan, kereta jawa yang menjadi kendaraan, diusung oleh kaki-kaki yang berjalan, diiringi isak tangis keluarga yang saying, jasad masuk kubur terbujur sendirian, tumpukan tanah yang menjadi saksi tiap pertanyaan, liang lahat pun mendadak menciut dan menghimpit, hujan deras membuat jasad kedinginan, sunyipun mencekam, binatang tanah siap menerkam menghancurkan, sungguh mengerikan rangkaian kematian bagi orang-orang tak beriman.

Allah Swt. Berfirman : “Dimana saja kamu berada, kematian pasti akan mendatangi mu, meskipun kamu berada dalam benteng yang tinggi lagi kuat”.

Allahu Akbar 3x

Momen Idul Fitri ini, hendaknya dijadikan waktu untuk menghisab diri dan mengoreksi diri.


-   Jika kita mengaku beriman pada Allah, sudahkah kita taat, mengikuti perintahNya dan menjauhi laranganNya atau jangan-jangan kita justru menjadi penentang dan pendzolim.


-   Jika kita menjadi seorang anak, sudahkah kita berbakti kepada kedua orang tua, Ibu yang mengandung dan melahirkan dengan penuh penderitaan, susah payah pipis, menangis, mita disusui. Enak-enak sedang makan, ibu berhenti membersihkan kotoran si jabang bayi dengan tidak merasa gelid an jijik.

Begitulah pengorbanan sang Ayah, berikhtiar mencari nafkah tak kenal lelah, tak peduli terik matahari menyengat tubuhnya, hujan besar, petir menyambar tak dihiraukannya, cucuran keringat bercampur debu menjadi satu, sang ayah tetap tabah. Kadang-kadang ayah bersedih, seharian bekerja tak mendapatkan uang, suara istri terasa mengiang di telinga, tunggakan hutang telah jatuh tempo di warung tetangga, kebutuhan lebaran, anak dan istri belum ada yang dipenuhi. Mencari hutanganpun tiada yang member, hanya derai air mata tak tertahankan, meratapi nasib diri yang penuh kekurangan.

Allahu Akbar 3x

Sungguh besar pengorbanan kedua orang tua kita :

-   Kala anak meminta, segera orang tua member, bila tiada segera mencari

- Kala anak sakit, orang tua merasa khawatir, segera mencari obatnya, menemanisepanjang malam tidak tidur, karena saying dan khawatir

“Punya uang untuk anak” , “Punya makanan untuk anak”, “Punya kendaraan untuk anak”, kamar terdepan untuk anak”, segalanya untuk sang anak, itulah pengorbanan orang tua, itulah pengorbanan orang tua, itulah kasih saying orang tua pada anaknya.


Ada pepatah mengatakan: “Kasih Orang Tua Sepanjang Jalan” – “Kasih Anak Sepanjang Galah”.

Allahu Akbar 3x

Namun apa yang terjadi, ketika anak sudah besar dan sukses, balasan anak kepada orang tuanya, “Bagai air susu dibalas dengan air tuba”.

Saat kedua orang tua sudah tua renta, harta habis, tenagapun tiada, harapan bergantung pada sang anak yang dibesarkannya.

Harapan tinggal harapan, tak sesuai dengan kenyataan :


-   Ketika orang tua meminta, anak pelit nan kikir, hardikan, omelan  menyakiti  hatinya

-     Ketika orang tua sakit, anak terasa menjauhinya, enggan mendekat

-     Ingin makan, harus lama menunggu pemberian sang anak

-      Kepikunan orang tua, membuat anak malu pada tamu-tamunya

-      Kamar tidurpun ditempatkan dipojok dapur

-      Akhirnya anak tidak sadar, orang tuanya diasingkan dip anti jompo

Allahu Akbar 3x

“Itukah balasan anak pada orang tuanya?. Itukah derita kedua orang tuanya?

Wahai saudara-saudaraku seiman. Jangan perlakukan kedua orang tua kita dengan buruk dan durhaka. Perjuangan dan do’anya, menjadikan kita sukses dan berhasil seperti sekarang.

Di Hari Raya ini, mari kita muliakan keduanya, dengan saling memaafkan dari hati yang terdalam :

-     Bersimpuhlah anak pada orang tuanya atas dosa dan durhaka yang telah diperbuat

-     Bersimpuhlah istri pada suaminya atas kewajiban yang belum sempurna

-     Begitu pula sang ayah, memohon pada anak dan istri atas kewajiban yang belum terpenuhi

-     Para kerabat dan tetangga, hilangkan rasa benci, dendam dan permusuhan dalam hatinya, ganti dengan suasana penuh maaf dan kasih saying

Kita tutup halaman lama yang penuh kotoran dan noda, kita ganti dengan lebaran baru yang penuh harapan, cinta, kasih dan saying


Semoga Allah Swt. Memaafkan atas kesalahan, kekhilafan, dan dosa, memberikannya berkah dan keridhoan, agar kita menjadi insan-insan yang berkualitas dan bertaqwa.

Semoga tercipta keluarga, masyarakat, bangsa yang sakinah, mawadah dan rohmah.

-    Baldatun toyyibatun warobbun ghofur

-    Semoga Allah mempertemukan kembali dengan Ramadhan dan Idul Fitri yang akan dating

-    Selamat Hari Raya Idul Fitri wahai saudara-saudaraku

-    Jaga kegembiraan kita jangan sampai melampaui batas

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1436 H. Mohon Maaf Lahir Dan Batin, Semoga Amal Ibadah Kita Diterima Allah Swt. Aamiin


Penulis : Abdul Nasir Al-Jabbari


---------

”Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja’alanallaahu minal aidin wal faizin”

“Semoga Allah menerima amal-amal kita, Dan semoga Allah menjadikan kita termasuk dari orang-orang yang kembali dari perjuangan Ramadhan sebagai orang yang menang.”


Dan mari kita memohon, kepada Dzat Allah Aza wajala; Semoga Kita dianugerahi untuk menikmati Ramadhan Tahun Tahun Berikutnya dengan Rizki dan Kebarokahannya. 
Semoga bermanfaat, bermakna, mengena dan merenungi atas apa yang ada dalam tulisan diatas  yang sangat baik buat kita semua, mungkin tidak hanya pandai membaca tetapi juga bersama-sama belajar untuk pandai melaksanakannya……Aamiin Ya Allah.


Catatan hanida mustakim (Tgl.17Juli 2015)

Dalam Khutbah Idul Fitri 1 Syawwal 1436 H Di Masjid Dzarratul Muthmainnah Komp. Batan Indah Serpong Tangsel.















0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution