Kamis, 23 April 2015

Rekan Kerja yang Jahat

Menghadapi Rekan Kerja yang Jahat

Di lingkungan kantor, adakalanya kita harus bertemu dengan orang-orang yang berbuat jahat pada kita. Levelnya bisa hanya sekedar tidak suka hingga melakukan perbuatan tercela yang membahayakan karir kita. Bisa saja ia sekedar iri dengan prestasi kita, membicarakan kita di belakang hingga memfitnah di kantor yang berakibat fatal. Lalu apa yang seharusnya kita lakukan?

Sebagian orang membiarkan perbuatan tersebut berlalu begitu saja dan berharap bahwa orang itu akan berhenti melakukan askinya. Akan tetapi menurut para ahli, apabila kita menghadapi bullying atau kejahatan di kantor sebaiknya dan seharusnya kita berbuat sesuatu. Kita harus berani melawan untuk menunjukkan bahwa kita juga memiliki kekuatan.

Mengerti Alasan Ia berbuat Jahat
Langkah pertama untuk menangkal sikap jahat atau bullying di kantor adalah dengan memahami alasan yang mendasari seseorang berbuat jahat. Penelitian yang dilakukan oleh Nathanael Fast, asisten profesor Universitas Southern California’s Marshall School of Business mengungkapkan bahwa seseorang menyerang orang lain diakibatkan oleh kondisi egonya yang tertekan. Kadagkala seorang yang lebih berkuasa menjadi sangat marah ketika kompetensinya dipertanyakan.

Dalam penelitian yang sama, Fast menyebutkan bahwa saat bos lebih sering mengungkapkan rasa terimakasih, keinginan seseorang untuk memusuhi orang lain menjadi berkurang. Bahkan ungkapan terimakasih tersebut dapat diucapkan dengan cara yang sederhana misalnya menyantumkan kalimat “terima kasih atas bantuannya” di akhir email.

Melakukan Instropeksi Diri
Pada situasi dimana ada orang bersikap buruk terhadap kita, kadang dengan sangat mudah kita mengatakan, “orang itu norak banget” atau “ada yah orang seaneh itu”. Tetapi benarkah demikian? Atau jangan-jangan kita memang sedang bekerja di perusahaan dengan budaya yang kompetitif dan mengesampingkan kesopanan. Jadi, alangkah baiknya jika kita berintrospeksi diri juga. Bisa saja ternyata kita terlalu berlebihan dalam menyikapi sesuatu atau bahkan terlibat secara tidak langsung sebagai penyulut kemarahan dia.

Salah satu cara untuk mengevaluasi diri sendiri adalah dengan meminta tolong kepada teman yang dapat kita percaya untuk memberi penilaian. Pastikan bahwa ia bisa menyampaikan baik sisi negatif maupun positif dalam diri kita.

Berani Membela Diri
Prinsipnya, kita tidak boleh takut untuk mengingatkan orang-orang yang telah berbuat tercela. Ingatkan saat itu juga saat ia berbuat salah.

“Saya yakin bahwa akan lebih baik jika kita memberikan peringatan secepatnya ketika si teman jahat melakukan aksinya,” ungkap Michele Woodward, Executive Coach dan host webinar HBR yang berjudul Bullies, Jerks and Other Annoyances: Identity and Defuse The Difficult People at Work. Misalnya saja ketika seseorang memanggil Anda “sayang” ketika rapat dan Anda tidak suka, maka tak ada salahnya kita peringatkan dia untuk tidak memanggil dengan sebutan itu lagi dengan alasan kita tidak nyaman dengan panggilan tersebut. Pembelaan diri kita sebaiknya mengandung pesan “jangan berani berbuat jahat kepada saya karena hal tersebut tidak akan menghasilkan apapun”.

Menggalang Bantuan
Dalam kehidupan kantor, sangat dianjurkan bagi kita untuk memiliki sekutu atau teman baik. Mereka bisa saja rekan kerja baik itu dari yang levelnya lebih tinggi atau bahkan sebaliknya. Hal ini penting karena apabila kita menghadapi masalah, mereka dapat membantu kita dengan menjadi advokat. Saat kolega memusuhi kita, kepada orang-orang tersebut kita dapat meminta nasihat/perspektif tentang kasus yang kita alami. Bahkan teman-teman kita tersebut dapat berbicara atas nama kita untuk meredakan persoalan.

Mendeskripsikan Dampak Sikap Culas Rekan Kerja terhadap Bisnis
Sebisa mungkin, permasalahan yang timbul antara Anda dengan karyawan lain diselesaikan secara informal tanpa perlu campur tangan pihak perusahaan. Namun apabila jalan tersebut tidak mungkin dilakukan, maka mau tak mau kita harus membawa masalah tersebut ke departemen HRD. Jika demikian, maka awalilah dengan meminta pertimbangan dari bos Anda.

Cara Anda menyampaikan permasalahan tersebut dengan bos juga harus hati-hati. Fokuskan pembicaraan pada kerugian bisnis yang mungkin timbul akibat  tindakan teman Anda yang jahat. Usahakan agar tidak terlalu jauh mengupas tentang masalah sakit hati pribadi yang timbul akibat perlakukan karyawan tersebut.


Mengerti Batasan
Apabila cara-cara yag disebutkan di atas tidak dapat mencegahrekan kerja Anda berbuat jahat, maka saatnya kita menganalisa. Apakah memang kita sedang dimusuhi sementara (didiamkan) atau memang sedang mendapatkan perlakukan abusive atau pelecehan. Jika itu termasuk kejahatan yang tak bisa ditoleransi lagi, maka sebaiknya kita pindah dari tempat kerja tersebut. Karena bagaimana pun juga, akan sulit bagi kita untuk mengubah sikap seseorang. Dan kita tidak mungkin menunggunya hingga berubah.


http://www.portalhr.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution